Kenalkan BUGEMM, Siswa SMA Plus Negeri 17 Dikirim ke Mancanegara

- Jurnalis

Selasa, 3 Desember 2019 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Manajemen SMA Plus Negeri 17 Palembang

Tim Manajemen SMA Plus Negeri 17 Palembang

SISTEM pendidikan masa depan di Sumatera Selatan memang harus dilaksanakan dengan strategi cerdas.

Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Negeri 17 Palembang, misalnya. Setiap program pendidikan yang digelar, Wakil Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang bidang Humas, Dra Hj Ria Wilastri SPd MM, mengatakan pihaknya melaksanakan pendidikan secara berpindah (moving class). Lho, kok begitu?

“Iya. Setiap pelaksanaan moving class, kami melaksanakan kegiatan tatap muka. Dalam program ini para peserta didik harus pindah ke ruang kelas yang sesuai dengan mata pelajaran yang diikuti,” ujar Ibu Ria tersenyum ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Senin (2/12/2019).

Di kelas itu, kata Ria, guru mata pelajaran yang diikuti sudah menanti dan siap untuk mengajari para siswa. “Sistem moving class ini dilaksanakan agar para peserta didik dituntut untuk kreatif,” katanya.

Dengan moving class, para peserta didik dapat mengembangkan bakat mereka sesuai kebutuhan dan kondisi di SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Program moving class itu, katanya, difasilitasi dengan dengan kemampuan khusus dari konselor, guru atau tenaga pendidik yang ahli di bidangnya. “Misalnya dilaksanakan dengan kegiatan (a) pelayanan konseling dan (b) ekstrakurikuler,” tukas Ria.

Sistem pengajaran seperti ini, katanya, dilakukan untuk pengembangan diri siswa melalui pelayanan konselimg. Tapi tentu saja berkaitan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, cara belajar dan pengembangan karir peserta didik. Misalnya memgembangkan karir mereka, mengembangkan kreativitas serta kepribadian siswa untuk menentukan minat yang akan diambil (khusus siswa kelas X).

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Motivasi Pelajar Sumsel Raih Cita-cita Tinggi dalam Harmonisasi Ramadhan

“Mereka pun memilih program studi dan jurusan di perguruan tinggi sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki mereka,” katanya.

Sedangkan tiap Kamis, sekitar pukul 14.00-16.00 Wib, dilaksanakan program pengembangan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler di luar jam belajar. Penilaian terhadap mereka, kata Ria, ditekankan ke aspek sikap dan keterampilan secara kualitatif (deskripsi), yang difokuskan ke pada perubahan perilaku peserta didik dalam program pengembangan diri.

Untuk meningkatkan program unggulan di SMA Plus Negeri 17 Pelambang, kata Ria, telah diluncurkan program budaya gemar membaca dan menulis yang disingkat BUGEMM. “Program BUGEMM in dimulai sejak 19 tahun lalu, yakni dimulai tahun 2000,” katanya.

Program BUGEMM awalnya melakukan resensi buku. Namun seiring dengan perkebangannya, BUGEMM menjadi program pengembangan ilmiah yang wajib diikuti seluruh siswa.

Program BUGEMM siawali dengam penerbitan buku program BUGEMM oleh tim pengembang bersama dewan guru. Selanjutnya digekar pula sosialisasi untuk menanamkan pemahaman ke pada siswa tentang BUGEMM. Sedangkan pada langkah berikutnya, memberi tugas ke pada guru untuk menjadi pembimbing BUGEMM.

Sedangkan penulisan BUGEMM dimulai dari pengajuan judul hingga penyelesaian untuk siap diujikan. “BUGEMM ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris,” ujar Ria.

Saat ulangan semester, di hadapan guru yang ditunjuk dan peserta ujian lainnya, siswa wajib mempresentasikan BUGEMM. Selain itu siswa pun diminta untuk mengumpulkan BUGEMM dalam bentuk fotokopi dan softkopi ke Perpustakaan 17 untuk didokumentasikan.

Baca Juga:  Dari Sekolah Rakyat hingga Mini Zoo, Pemkot Palembang Kebut Penataan Aset

“Dengan cara itu sudah ribuan judul yang didokumentasikan ke perpustakaan kita. Karya-karya ini menjadi referensi siswa untuk melalukan penelitian lanjutan,” ujar Ria.

Menurut Ria, saat ini ada 46 siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang yang dikirim ke mancanegara. Mereka antara lain, M Rifat ke USA, Charismatika (USA), Prisya ke Belgia, Handayu ke Jwrman, Rien Ayu ke USA, Widya Anggit, Siti Rinzhani, Suci Amalia, Dinda Dwita, Natasia, Bagus, Santrio ke USA, Anissa Citra, Dona, Ulfa, ke Jepang, Aris Buana, Maharaja, Nyimas Fathia, Azora ke USA, Bintang ke Jepang, Fikrah ke Belgia, Sakinah ke Swiss, Aulia ke Hungaria, Sofiatuzzahra ke Turki, Sarah ke Rusia, Nadya ke Meksiko, Resti ke Belgia, Aufar ke Finlandia, M Raffi (Swiss), Riska dan M Alif ke Amerika, Firatu Tsaqifa ke Jepang, Niarina le Belanda, Mitiara ke Jerman, Kevin (Belgia), M Daani Gufron (Italia), Fiaqah Faras ke Italia, Ifadah Khairunissa ke Amerika, Risma Khaerani ke Jepang, Tiara Ratu Nazila ke Amerika, Aliyya Luthfiani Nir Izzizti ke Amerika, Nibras Nabila ke Cheko, Nabila Ghaisani ke Italia, Naura Salsabila Khatiean ke Prancis dan Hidanisya Saksabila ke Meksiko.

“Selain berusaha untuk membuka cakrawala berpikirnya siswa kita, dikirimkannya ke luar negari agar mereka memiliki wawasan luas, mancanegara. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

 

Berita Terkait

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas
Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi
Palembang Gandeng University of Colorado Perkuat Implementasi Pendidikan Inklusif
Kemensos Apresiasi Kesiapan Pemkot Palembang, Sekolah Rakyat Segera Dibangun

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 06:50 WIB

SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas

Jumat, 24 April 2026 - 20:07 WIB

Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Senin, 20 April 2026 - 20:54 WIB

Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

Berita Terbaru