26 Desember, Bakal Terjadi GMC di Indonesia

- Jurnalis

Senin, 16 Desember 2019 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.net

Ilustrasi.net

ADMIN twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, peristiwa gerhana matahari maupun gerhana bulan bisa diprediksi dengan tingkat akurasi tinggi.

“Dapat kita prediksi bahwa tahun 2019 ini, terjadi lima kali gerhana matahari. Terakhir gerhana matahari cincin (GMC) akan terjadi pada Kamis, 26 Desember nanti,” demikian bunyi pernyataan itu.

Perlu diketahui, satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BMKG, memberikan informasi pelayanan termasuk memberi tahu tentang terjadi GMC.

Menurut BMKG, gerhana matahari cincin akan terjadi matahari, bulan dan bumi tepat berada satu garis. Saat itu, katanya, piringan bulan bisa teramati dari bumi. “Bumi terlihat lebih kecil dibanding piringan matahari,” ujar pernyataan itu, Sabtu (14/12/2019).

Saat puncak gerhana, kata pernyataan itu, matahari akan tampak seperti cincin, karena di bagian tengahnya terlihat pekat dan gelap
Sedangkan di bagian pinggirnya tampak terang melingkar.

Baca Juga:  BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Wilayah yang dilewati jalur cincin pada GMC ialah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra Hindia, Singapura, Indonesia, Malaysia dan Samudra Pasifik.

“GMC ini akan bisa diamati di sedikit wilayah Afrika bagian timur, seluruh wilayah Asia, Samudra Hindia, Australia bagian utara dan Samudra Pasifik berupa sebagian GMC.

Menurut BMKG, jalur cincin gerhana ini akan melewati wilayah 25 pusat kota dan kebupaten di tujuh provinsi di Indonesia. Daerah-daerah yang dilewati GMC antara lain, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kapulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Baca Juga:  Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan

Awal terjadinya GMC di Indonesia, dimulaii dari Sabang dan Aceh sekitar pukul 10.03, 11.9 WIB. Sedangkan GMC terakhir terjadi di Merauke Papua, sekitar pukul 14.37. 10.4 WIT.

Kota yang mengalami banyak waktu terjadinya geehana matahari cincin tersebut, puncak paling akhir ada di Jayapura, yakni pukul 15.51. 19,7 WIT. Meski peristiwa GMC di satu lokasi dapat diprediksi dengam baik, namun peristiwa itu tidak akan terulang di lokasi itu dengan siklus tertentu.

“Gerhana matahari cincin pada 21 Mei 2031 dan 14 Oktober 2042, dapat diamati di Indonesia,” ujar pernuataan itu. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB