“Misalnya kue maksubah, kue lapan jam, kue-kue lain yang merangsang selera makan. Bahkan kue-kue yang jarang terlihat lagi” ujarnya.
Selain itu, ada beberapa kawasan di seberang ulu seperti kawasan “Lorong.Kapitan”. Meski sudsh dibangun, harusnya lebih diintensifkan dengan cara “menjualnya” ke luar. Caranya?
“Yah, bikin iklan secara terbuka sehingga orang-orang luar akan melakukan lancongan bahari ke kawasan Sungai Musi,” tukas Idham.
Dalam kaitan itu, katanya, kawasan yang menjadi tanda wisata profesional itu memang perlu dibangun lebih menarik, dengan disertai informasi ke dunia luar yang menarik pula.
Idham mengatakan, sebenarnya masih ada beberapa titik wilayah yang perlu dikembangkan bagi tujuan wisata. “Namun perlu kita lakukan secara bertahap,” tukas Idham.
Program yang dilakukan itu, kata Idham, merupakan aktivitas penelusuran objek wisata Sungai Musi (Widuri Susi).
Ketua FPB Sumsel itu yakin, dengan digarap secara profesional, titik-titik wisata itu akan mendatangkan pemasukan bagi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Sumsel.
Sementara itu, pengamat sosial budaya dan pariwisata daerah, Dr Drs Tarech Rasyid MSi, mengatakan penelusuran obyek wisata (Widuri Susi) itu perlu didukung pemerintah secara maksimal.
Apalagi tujuannya untuk mengkontribusikan PAD, kata Tarech, harusnya pemerintah perlu menanggapi itu.
“Memang tak banyak masyarakat yang memiliki ide-ide cerdas seperti yang dilakukan ketua FPB Sunsel tersebut. Apalagi yang dilakukan Pak Idham itu tak sekadar wacana. Ini sangat cerdas,” ujar Tarech.
Selama ini, kawasan Jalan Kapiten sedah lama dilakukan pengembangan kewisataan. Tapi hingga kini keadaannya tidak banyak perkebangan. “Bahkan pengunjung luar jarang mendatangi wilayah itu. Makanya apa yang dikatakan ketua FPB Sumsel itu perlu mendapat respons pemerintah,” ujar Tarech.
Selain itu, katanya, pemerintah perlu mengajak berbagai pihak, misalnya pemangku adat, agar setiap hari yang ditentukan dilakukan kegiatan adat di kawasan-kawasan yang sudah dikatakan ketua FPB Sumsel tersebut.
Saiain itu, libatkan juga para seniman. Bangun arena pementasan dan tampilkan beragam kesenian yang bisa menarik hati para pelancong.
“Seperti kawasan wisata di Sungai Patthaya, Bangkok, misalnya. Di sana, para tetua adat dan seniman begitu berperan, sehingga di kawasan sungai itu ramai, meriah, dan menarik dikunjungi wisaawan mancanegara,” ujar Tarech.
Jadi, katanya, untuk membangun image kepariwisataan Sungai Musi memang perlu dilakukan secara bersama. Artinya, selain pemerintah, tokoh adat, dan para seniman harus bekerjasama. (*)
Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma
Halaman : 1 2




![Gelombang protes mahasiswa kembali menggema di lingkungan Universitas PGRI Palembang [UPGRIP] pada Jumat 26 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260627-WA0007-1-225x129.jpg)

![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-225x129.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-225x129.jpg)


![Gelombang protes mahasiswa kembali menggema di lingkungan Universitas PGRI Palembang [UPGRIP] pada Jumat 26 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260627-WA0007-1-129x85.jpg)

![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-129x85.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-129x85.jpg)


![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)


