Widuri Susi: Perlu Libatkan Tokoh Adat dan Seniman

- Jurnalis

Senin, 18 Juli 2022 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelataran Sungai Musi

Pelataran Sungai Musi

PEMBERDAYAAN obyek wisata yang terdapat di Sumatera Selatan, tak hanya retorika semata. Karena itu Ketua Forum Palembang Bangkit Sumatera Selatan (FPB Sumsel) Idham Rianom turun menelusuri sejumlah titik kawasan wisata di Sungai Musi (Widuri Susi).

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Ketua FPB Sumsel Idham Rianom, mengatakan untuk mengetahui kawasan wisata memang harus ditelusuri di lapangan.

“Dengan menelusuri tempat-tempat yang ada kawasan potensial wisatanya, maka akan kita tandai dan kita kembangkan. Dengan memberdayakan potensi yang ada, Insya Allah, di saat mendatang dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah,” ujar Idham Rianom didampingi penasihat FPB Sumsel, Prof Dr Faisol Burlian SH MSi, Drs H Yunani Abuhasan, Sekretaris FPB Sumsel Idham Abubakar, dan Ketua Satgas, Ali Akbar, Senin (18/7/2022).

Baca Juga:  Kabut Asap Karhutla "Meradang" di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Menurut Idham, setelah dilakukan peninjauan cermat, terdapat beberapa lokasi yang bisa diberdayakan agar bisa dikelola pemerintah secara profesional.

Dengan demikian, kata Idham, lokasi-lokasi itu akan dikunjungi para wisawatan. “Dengan dikelola secara profesional, akan bisa mendatangkan pemasukan bagi keuangan daerah,” ujar Idham.

Dari hasil pemantauan di lapangan, tambah Idham, ada beberapa titik kawasan yang sangat potensial untuk digarap sesuai peruntukannya.

Baca Juga:  Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino

“Misalnya kawasan bawah jembatan Ampera yang diisi para pedagang kuliner. Jika ditata secara profesional, suasana di kawasan itu akan menjadi lebih menarik para pengunjung,” katanya.

Misalnya mempercantik suasana lingkungannya, agar terlihat indah, bersih, dan menggairahkan pengunjung untuk menikmati suasana kuliner di sana.

Tak hanya berdagang nasi, katanya, situasinya harus dilengkapi dengan makanan khas Palembang. Misalnya penpek, tekwan, model, atau makanan yang menarik lainnya.

Berita Terkait

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Berita Terbaru