Warga Taman Gading Keluhkan Limbah Debu PT SPF

- Jurnalis

Jumat, 31 Januari 2020 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Taman Gading Ogan Ilir Keluhkan Limbah Debu PT SPF

Warga Taman Gading Ogan Ilir Keluhkan Limbah Debu PT SPF

WIDEAZONE.COM, INDRALAYA — Warga Komplek Taman Gading Dusun II RT 7, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, mengeluh akan parahnya pengolahan limbah di PT Sumatera Prima Fiberboard (SPF).

Sebab, selama 2 bulan terakhir ini, warga selalu disuguhi debu sisa yang keluar dari cerobong asap pabrik.

Seorang warga mengatakan, selama beberapa bulan terakhir, PT SPF diduga melakukan pencemaran lingkungan. Hal itu terlihat dari buruknya pengolahan limbah yang dilakukan perusahaan kayu lapis itu. Sehingga menimbulkan polusi udara dan mengganggu warga sekitar.

Sehingga Limbah debu yang dikeluarkan PT Sumatera Prima Fiberboard (SPF) akhir-akhir ini membuat warga sekitar terutama warga Komplek Taman Gading mengeluhkan gatal-gatal.

Hal ini yang dikatakan warga Taman Gading Ris, Kamis Kemarin (30/1/2020) menurutnya untuk limbah debu ini sudah berlangsung sejak desember lalu dan sangat menggangu aktifitas serta kesehatan warga sekitar.

“Akibat dari debu ini, kami merasa gatal-gatal, batuk, mual-mual, apalagi bau menyengat, terasa sekali saat malam hari. Debu yang berterbangan sangat banyak dan jelas hal ini menganggu pernafasan kami,” kata Ris, keluh warga

Lanjut Ris, “tolonglah agar kiranya ada solusi terkait masalah ini, agar kami bisa tenang tidak lagi ada debu, bau dan juga bising, karena kejadian seperti ini sudah lama terjadi,” bebernya.

Baca Juga:  FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Selain itu, Kadus III Desa Palem Raya Pik menjelaskan, bahwa dalam beberapa minggu terakhir ini ada keluhan dari warga, masalah pencemaran debu hasil produksi dari PT. SPF yang terletak di pemukiman warga di desa palemraya.

“Jadi dengan adanya pencemaran debu ini masyarakat disekitar pabrik merasa resah akibat tercemarnya lingkungan, pernapasan hingga ke rumah-rumah dan pakaian setelah dijemur kemudian dipakai masih tetap merasa gatal,” jelas Kadus III Palem Raya.

Ia menambahkan, begitupun dari halaman rumah dan juga di perabotan rumah sampai kedalam rumah.

Baca Juga:  Kabut Asap Karhutla "Meradang" di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

“Jadi kami untuk antisipasi dari pihak RT dan Kadus untuk sementara sebelum ada solusi dari pihak perusahaan kami diusahakan untuk menjaga kesehatan diusahakan memakai masker,” tambahnya.

Sementara itu, pihak management PT. SPF ketika hendak dikonfirmasi terkait masalah limbah debu dan bau ini belum bisa dikonfirmasi, hingga berita ini diturunkan.(**)

Laporan Arman

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Oknum Ngaku Wartawan Diciduk saat Terima Uang Rp10 Juta dari Perangkat Desa

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Selasa, 29 September 2026 - 14:10 WIB

Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan

Berita Terbaru

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Headlines

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:27 WIB