DALAM sastra, agama merupakan dasar esensial untuk membangun nilai estetika. Sebab Tuhan dalam lirik sastra, merupakan nilai yang sangat kuat untuk menyampaikan isi (sense).
Dalam isi dan tujuan makna, artikel sastra, cerita pendek atau puisi selalu menyajikan persoalan moral dengan estetika yang padat.
Sebab, estetika dalam tulisan, tidak hanya berkisar pada seni sastra semata, karena isi dan tujuan (intention) tulisan selalu diselaraskan dengan arti (isi) yang diendap ke nilai arti sebenarnya.
Misalnya, kita dianjurkan untuk berusaha. Kita dianjurkan untuk mengenal usaha yang dilakukan, apa benar keberhasilan karena usaha kita sendiri?
Di sinilah pokok persoalan yang menjadi poros masalah. Sebab usaha dalam menafsirkan nilai dalam tulisan itu, kita selalu melakukan pendekatan kejiwaan dan pendekatan falsafah. Bahkan dari pembolak-balikan ekstrinsik atau intrinsik.
Pendekatan dikotomi seperti ini, biasanya dilakukan dengan pendekatan hakikat dan metodologi yang penuh filosofi.
Seperti ada anjuran yang menuntut untuk kita berusaha, maka kita memang harus berusaha. Dalam konteks usaha yang dilakukan itu, nilainya bukan keberhasilan kita sendiri.
Memang, dalam keyakinan agama (Islam), Tuhan tidak akan memgubah nasib seseorang, kecuali orang tersebut yang mengubah nasibnya sendiri.
Benarkah upaya yang dilakukan itu akan menghasilkan nilai keberhasilan karena usaha kita sendiri?
Dalam sastra, kekuatan kata itu secara estetis ada nilai lain di balik usaha seseorang. Karena secara konkret, usaha tanpa doa (nilai ke-Tuhan-an), manusia tidak akan menghasilkan segala apa pun, sesuai apa yang dikerjakannya.
Sebab keberhasilan yang diperoleh manusia merupakan campur tangan Allah SWT (Tuhan).
Sesuai kaidah the concrete word, manusia hanya menjalankan kewajibannya semata. Namun ketentuan akhirnya ada di tangan Tuhan.
Sekuat apa pun manusia berusaha keras untuk menggapai hasil, namun jika hal itu bukan miliknya, maka usaha itu akan sia-sia.
Segala usaha yang dilakukan manusia sangat berkaitan dengan ketentuan Tuhan. Bahkan takdir yang melingkupi nasib manusia dapat dibaca dari garis tangan manusia (ini keyakinan esensial).
Tak banyak manusia menyadari itu. Sebab sebagian besar manusia ada sikap sombong di dalam dirinya. Karena itu mereka berkeyakinan apa yang diusahakannya adalah usaha mereka sendiri.
Kata bersayap seperti ini merupakan tujuan dari persoalan di dalam tulisan tersebut. Secara intensitas, kalimat bersayap seperti ini merupakan wujud intention of poe.
HB Jassien menyatakan setiap tulisan, terutama puisi, suatu keharusan untuk menghadirkan pokok persoalan di balik satu masalah ke masalah lain (usaha dan ketentuan Tuhan).
Dalam buku Apresiasi Sastra Indonesia terbitan Djembatan Aksara Djakarta 1959 (halaman 63), Jassien, mengatakan nilai arti di balik makna awal merupakan bahasa bersajap jang ada makna rangkap sebagai kekuatan cerita dalam satu tjerita…
Karena itulah sastra memiliki pesan ganda dari satu makna ke tujuan makna lainnya. Namun banyak penulis yang kurang kreatif misalnya, belum tiba pada kedalaman cerita.
Memang, hakikat cerita banyak mengarah pada satu lapisan tujuan. Jarang tulisan yanh memiliki tujuan ganda. Tapi apabila kita mampu menggagas cerita dengan nilai ganda, alur yang dituju tentu menghadirkan pokok pikiran mendalam bagi pembacanya (*)
Tirta Bening, 18 April 2019




![Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan [Menko Polkam] RI, Jenderal TNI [Purn] Prof Dr Dudung Abdurachman didampingi Wali Kota Ratu Dewa turun langsung meninjau posko dan lokasi karhutla di Kecamatan Sematang Borang, Kamis 15 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261015-WA0008-225x129.jpg)

![Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Ketua-Umum-Korps-Alumni-Himpunan-Mahasiswa-Islam-KAHMI-Sumatera-Selatan-Dr-H-Joncik-Muhammad-225x129.jpg)
![Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Solidaritas Jurnalis OKU Timur [FSJ OKUT] mendatangi Mapolres OKU Timur, Rabu 14 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261014-WA0013-225x129.jpg)


![Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan [Menko Polkam] RI, Jenderal TNI [Purn] Prof Dr Dudung Abdurachman didampingi Wali Kota Ratu Dewa turun langsung meninjau posko dan lokasi karhutla di Kecamatan Sematang Borang, Kamis 15 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261015-WA0008-129x85.jpg)

![Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Ketua-Umum-Korps-Alumni-Himpunan-Mahasiswa-Islam-KAHMI-Sumatera-Selatan-Dr-H-Joncik-Muhammad-129x85.jpg)
![Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Solidaritas Jurnalis OKU Timur [FSJ OKUT] mendatangi Mapolres OKU Timur, Rabu 14 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261014-WA0013-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

