“Tuai Kritik DPR” Risma Angkat Suara, Berikut Alasannya

- Jurnalis

Rabu, 22 September 2021 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DTKS Sumber Kemensos RI

DTKS Sumber Kemensos RI

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Tuai kritikan dari DPR, Menteri Sosial Tri Rismaharini disapa Risma mengatakan dirinya turun ke lapangan lantaran banyak laporan permasalahan kendala penyaluran bantuan sosial [Bansos] di berbagai daerah.

“Data terpadu kesejahteraan sosial [DTKS] sudah singkron dengan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Dukcapil] Kementerian Dalam Negeri,” ungkapnya.

Makanya, ujar Risma, kami perlu cek, jadi saya turun ke lapangan itu karena saya mentok, kok ini [bansos] belum salur-salur?

“Ternyata masalahnya kartunya belum diserahkan sama bank,” kata Risma dalam rapat virtual bersama Komite III DPD RI, di Jakarta, Selasa (21/9) seperti dilaporakan CNN Indonesia.

Politikus PDI-Perjuangan ini juga menyebut banyak kendala penyaluran bansos saat pihaknya turun langsung ke lapangan.

Tak hanya soal data ganda, pihaknya juga menemukan pemblokiran rekening penerima bansos, penyaluran bansos terhambat di bank, atau kartu kesejahteraan sosial (KKS) dipegang oleh orang lain sehingga penyaluran bansos tidak tepat sasaran.

Baca Juga:  Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

“Seperti saya temukan terjadi di Semarang, ada 1800-an bansos belum tersalur, ternyata KKS belum diterima. Terus saya koordinasi dengan Pemkot Semarang agar mengumpulkan 1800 orang di balai kota untuk penyaluran bantuan, kita coba dan ternyata bisa [tersalur],” terang Risma.

Sebelumnya aksi Risma keliling daerah dikritik banyak pihak.

“Keliling-keliling masyarakat memang penting, tapi di sini (DPR) juga penting karena kita mewakili masyarakat,” kata Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN Saleh Daulay dalam rapat kerja dengan Kemensos, beberapa waktu lalu.

Risma juga mengaku sedang menyiapkan sistem terbaru untuk menyalurkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) sebab masih banyak ditemukan penggunaan dana untuk membeli rokok dan minuman keras (miras).

Baca Juga:  Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

“Kita lagi siapkan sistem jadi belanja penerima bansos PKH bakal kita tertibkan, karena masih ada yang dibelikan rokok,” kata mantan Wali Kota Surabaya itu.

“Kalau begitu terus penyelesaian kemiskinan itu makin jauh, sementara uang dari negara semakin banyak keluar,” lanjutnya.

Sebagai informasi, bansos PKH merupakan bantuan berupa uang tunai yang langsung dicairkan melalui rekening bank kepada penerima manfaat. Besaran bansos PKH berkisar antara Ro600 ribu-Rp3 juta per tahun, disesuaikan dengan kriteria penerima bansos.

Sementara bansos BPNT dicairkan melalui e-warong atau distributor sembako yang telah bekerja sama dengan Kemensos. Penerima mendapatkan bantuan Rp200 ribu untuk ditukarkan dengan bahan pangan.

Sumber CNN Indonesia

Berita Terkait

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terbaru

Korps Adhyaksa OKU Timur menyita sejumlah barang bukti dari Kantor KPU di antaranya 243 barang yang terdiri dari 239 dokumen, alat komunikasi berupa dua unit handphone dan dua unit laptop.

Headlines

Kejari OKU Timur Geledah Kantor KPU, 243 Barang Disita

Senin, 8 Jun 2026 - 20:19 WIB

Akademisi Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang, Dr Dadang Apriyanto SH MH

Headlines

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:18 WIB