TP PKK Sumsel Menggelar Pelatihan Eco Print

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2020 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru bersama Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya menggelar pelatihan eco print bagi anggota TP PKK Sumsel.

Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru bersama Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya menggelar pelatihan eco print bagi anggota TP PKK Sumsel.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG –– Eco print bisa menjadi salah satu pilihan bisnis untuk dilakoni dan menambah penghasilan bagi keluarga. Eco print merupakan teknik cetak yang pewarnaan pada kainnya menggunakan bahan alami, seperti daun dan bunga.

Belakangan ini eco print mulai naik daun dan diminati masyarakat. Melihat peluang ini, Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru bersama Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya menggelar pelatihan eco print bagi anggota TP PKK Sumsel.

Tidak hanya menggelar dan mengikuti pelatihan eco print yang diberikan pemateri, keduanya pun bahkan mendesain sendiri kain motif ramah lingkungan memanfaatkan bahan alam berupa dedaunan. Diakui wanita dengan panggilan akrab Feby Deru itu, mendesain kain bersama Fauziah Mawardi Yahya meningkatkan dan menjalin rasa kebersamaan diantara keduanya.

“Iya, tadi saya bersama bu Fauziah, kami berdua mendesain kain dengan eco print. Ini memjalin kebersamaan sebagaimana layaknya kami berdua menjalankan organisasi PKK. Mendesain dan membuat kain berdua kita jadi tahu dan belajar proses kerjasama”, kata Feby Deru dibincangi usai membuat kain eco print di kediaman pribadi Wakil Ketua 1 PKK Sumsel, di Jalan Musyawarah, Polygon, Gandus, Selasa (11/02).

Belajar eco print ternyata memberikan pengalaman berbeda dan baru bagi Feby Deru dan Fauziah Mawardi Yahya.Dikatakan Feby jika selama ini kita selalu menganggap mudah dan sederhana bagaimana proses pembuatan kain eco print itu, prakteknya sungguh lain. “Prosesnya tidak segampang seperti yang kita bayangkan, ada beberapa tahapan mulai dari pemilihan dedaunan mencuci bersih dedaunan, pencelupan kain untuk pewarnaan, mendesain polanya, dan seterusnya”, ungkapnya.

Baca Juga:  Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi--CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Menurutnya tidak mengherankan jika kain eco print dijual dengan harga agak tinggi sebab proses produksinya sendiri cukup rumit.

Nanti segera kita akan menggelar pelatihan eco print ke seluruh PKK kabupaten/kota untuk lebih meningkatkan kemahiran para anggota PKK, walaupun pada tahun lalu kita sudah pernah mengadakan. Biar lebih mahir lagi”, imbuh Ketua TP PKK Sumsel yang dilantik pada 1 Oktober 2018.

Sedangkan Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya mengatakan dengan mengikuti pelatihan eco print ini menambah wawasan dan pengetahuan lebih lanjut. “Jadi lebih tahu bagaimana proses pewarnaannya. Ternyata tidak mudah. Butuh kecermatan dan ketelitian untuk menghasilkan warna yang bagus”, tuturnya.

Baca Juga:  BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Senada dengaan Ketua TP PKK Sumsel, bagi Fauziah Mawardi Yahya mendesain kain eco print memberikan pengalaman berharga bagi dirinya seperti melatih kesabaran, ketelitian dan ketekunan.

Adapun Anggi pemateri eco print dari Galeri Wong Kito mengungkapkan rasa senang dan bangga bisa memberikan pelatihan bagi Ketua TP PKK Sumsel dan jajarannya. “Senang melihat antusias para Ibu mengikuti pelatihan eco print kali ini, dengan teknik iron blanket. Saya lihat mereka sudah cukup terampil”, tuturnya.

Pelatihan eco print dengan teknik iron blanket yang diikuti para anggota TP PKK Sumsel menggunakan dedaunan seperti daun jati, daun lanang, dan daun jarak di atas kain sepanjang tiga meter.(Dewi)

Berita Terkait

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎
BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10 WIB

BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Berita Terbaru