Telanjang dan Keterbukaan Ungkapkan Kejujuran

- Jurnalis

Rabu, 13 November 2019 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drs Ahmad Rafanie Igama MSi

Drs Ahmad Rafanie Igama MSi

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Lukisan dengan judul “Bertahan” yang dipamerkan di Art Mosphere Galeri Seni Taman Budaya Palembang, mendapat apresiasi banyak pengunjung.

Budayawan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Ahmad Rapanie Igama menyukai lukisan tersebut.

Lukisan bertema "Bertahan" karya Wawan Tandi Pulau, bersama Art Mosphere se-Sumsel, di Galeri Lukisan Taman Budaya Palembang, Senin (11/11/2019)
Lukisan bertema “Bertahan” karya Wawan Tandi Pulau, bersama Art Mosphere se-Sumsel, di Galeri Lukisan Taman Budaya Palembang, Senin (11/11/2019)

Lukisan yang memuat topik laki-laki telajang yang menyembunyikan wajahnya itu mempunyai kedalaman isi yang konotatif. “Saya menyukai lukisan ini,” ujar Rapanie Igama ke pada wartawan Wideazone.com, Rabu (13/11/2019).

Menurut Rapanie, ketelanjangan lelaki itu memiliki daya tawar persepsi yang sangat dalam. Sebab dari filosofi di balik ketelajangan itu, merupakan ujud keterbukaan atau kejujuran.

Baca Juga:  Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat

“Mengutarakan satu masalah ke pada seseorang, memang perlu terbuka dan tak perlu malu-malu,” ucap Rapanie.

Misalnya, kata Rapanie, ketika ingin mengatakan persoalan pribadi seseorang, memang harus diungkap secara terbuka (telanjang).

Kadang-kadang, mengungkap persoalan pribadi seseorang ke pada yang bersangkutan, memang perlu dilakukan secara jujur dan terbuka.

“Mendengar masukan secara jujur memang terasa sakit di hati. Namun kita harus memiliki jiwa besar untuk menghadapi keterbukaan itu,” kata Rapanie.

Karenanya ia sangat menyukai lukisan tersebut. Menurut dia, bagi orang awam, mereka belum tentu menarik terhadap lukisan laki-laki telanjang itu. ‘Karena mereka tidak bisa menangkap nilai konotasi di balik pesan yang ada,” katanya.

Baca Juga:  7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Awalnya, Rapanie melihatnya biasa-biasa saja. Tapi semakin dalam lukisan itu ditatapnya, ia justru tertarik untuk memilikinya. Apalagi ketika Rapanie membaca ulasan seniman Anto Narasoma yang telah panjang lebar mengungkap isi pesan di balik ketelanjamgan gambar tersebut. “Seolah pikiran Bung Anto itu seirama dengan pendapat saya,” katanya. (abror vandozer)

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya
Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat
ASN Pemkot Palembang Galang 22 Ton Beras, Wujud Kepedulian bagi Warga Terdampak Kabut Asap

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:14 WIB

40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu

Berita Terbaru