Tata Kelola Iklim Lahan Gambut di Sumsel Alami Kerusakan

- Jurnalis

Sabtu, 21 September 2019 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), M. Khoirul Sobri

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), M. Khoirul Sobri

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Proses masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan hanya sekedar dari kabut asap. Selain izin yang diberikan kepada perusahaan tidak benar, proses penegakan hukum juga harus berjalan.

Organisasi pemerhati dan peduli terhdap lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumsel, Muhammad Khairul Sobri selaku Direktur Eksekutif mengungkapkan, jumlah tata kelola iklim lahan gambut di Sumsel yang rusak sekitar 1,2 juta hektar. Sedangkan untuk di dalam lahan gambutnya ada 900 ribu hektar, Sabtu (21/9/2019).

Baca Juga:  Tanam Padi Serentak di Banyuasin, Gubernur Herman Deru Dorong Penguatan Produksi Pangan Sumsel

“Semua izin yang dibebankan ada 900 ribu hektar, inilah yang membuat iklim tersebut akan rusak. Jika gambut itu bagus bisa menjadi pemadam api, tapi apabila gambut tersebut kering bisa menjadi ancaman asap yang mudah sekali terbakar,” bebernya.

“Jangan sampai terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, pencabutan izin dan RPU harus konkret,” tegas Khairul.

Dia menginginkan, agar kedepan ada pemulihan lahan gambut, seperti di dalamnya harus ditanami tanaman endemik, tidak di kanal-kanal seperti dilakukan perusahaan-perusahaan, karena kanal yang dibuat perusahaan itu bisa membuat gambut kering.

Baca Juga:  Gubernur Sumsel Herman Deru Perkuat Ukhuwah dan Dorong Peningkatan Layanan Publik saat Safari Ramadhan di Prabumulih

“Disinilah letak akar masalahnya, kanal-kanal yang dibuat perusahaan bukan kanal tempat menampung air, tapi hal tersebut mengakibatkan terjadi kekeringan sehingga membuat gambut menjadi kering,” ungkap Shobri.

Dirinya meminta Pemerintah Provinsi Sumsel harus respon cepat tanggap dalam menanganinya, seperti membagikan masker sesuai tingkatan. “Jika udara tidak sehat jenis masker digunakan N95. Pemakaian masker harus sesuai standar WHO yang harus diterapkan pemerintah,” terangnya.

 

Laporan : Abror Vandozer

 

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru dan wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Usai LKPJ 2025 Disetujui DPRD
Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30
Musda Demokrat Sumsel Berpotensi Aklamasi, Petahana Melenggang
Gubernur Herman Deru Paparkan Strategi Tekan Kemiskinan dan Kemandirian Pangan Sumsel dalam Podcast detikcom
Hadiri Ajang Nasional, Gubernur Herman Deru Dorong Peningkatan Kinerja Daerah melalui Apresiasi Kemendagri 2026
Gubernur Herman Deru Tegaskan Peran Strategis Sumsel sebagai Motor Kolaborasi Sumbagsel
Strategi Gubernur Herman Deru–Wagub Cik Ujang Dongkrak Ekonomi Sumsel Berbuah Penghargaan Nasional
Gubernur Herman Deru: Prediksi Kemarau Kering Jadi Alarm Dini Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Sumsel

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:51 WIB

Gubernur Herman Deru dan wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Usai LKPJ 2025 Disetujui DPRD

Senin, 27 April 2026 - 20:46 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30

Senin, 27 April 2026 - 20:15 WIB

Musda Demokrat Sumsel Berpotensi Aklamasi, Petahana Melenggang

Senin, 27 April 2026 - 06:34 WIB

Gubernur Herman Deru Paparkan Strategi Tekan Kemiskinan dan Kemandirian Pangan Sumsel dalam Podcast detikcom

Senin, 27 April 2026 - 06:29 WIB

Hadiri Ajang Nasional, Gubernur Herman Deru Dorong Peningkatan Kinerja Daerah melalui Apresiasi Kemendagri 2026

Berita Terbaru