Talkshow di TVRI, Pj Gubenrur Elen Setiadi Dorong Peningkatan Pariwisata dan Pemahaman Jiwa Kepahlawanan

- Jurnalis

Jumat, 22 November 2024 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi SH MSE menjadi narasumber dalam acara Talkshow TVRI #Seruput Cuko (Ngobrol Seru Seputar Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan). Kegiatan ini diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI, di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat 22 November 2024, siang. 

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi SH MSE menjadi narasumber dalam acara Talkshow TVRI #Seruput Cuko (Ngobrol Seru Seputar Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan). Kegiatan ini diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI, di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat 22 November 2024, siang. 

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi SH MSE menjadi narasumber dalam acara Talkshow TVRI #Seruput Cuko (Ngobrol Seru Seputar Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan). Kegiatan ini diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI, di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat 22 November 2024, siang. 

Selain Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi, tampak hadir narasumber lainnya yakni Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI M. Naudi Nurdika serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Kristanto Januardi. Talkshow yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam tersebut dipandu oleh pembawa acara Rizkya Amrina.

Dalam kesempatan itu Pj Gubernur Elen Setiadi memaparkan bagaimana Pemprov Sumsel menjaga kekayaan warisan budaya benda terkait kepahlawanan yang dimiliki Sumsel.

Menurut Elen Pemprov melalui Dinas Kebudayaan terus berupaya meningkatkan literasi melalui edukasi dan juga melalui pengenalan-pengenalan termasuk juga memperkaya bahan-bahan ajar di dunia pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar, menengah pertama dan atas.

” Nah ini bagian dari upaya kita memasukkan budaya-budaya lokal termasuk budaya-budaya kepahlawanan itu dalam pendidikan sejarah yang ada dari semua tingkatan. Dengan demikian generasi muda kita memahami betul jiwa-jiwa kepahlawanan yang sudah kita mulai sejak lama jauh sebelum kemerdekaan, saat mempertahankan kemerdekaan dan setelah kemerdekaan” jelas Elen.

Menurut Elen sejarah inilah yang menjadi bagian pembelajaran dan edukasi untuk peningkatan literasi bagi generasi muda baik anak sekolah maupun mahasiswa.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Selain itu kata Elen yang tak kalah penting juga adalah mengenalkan seluruh jiwa-jiwa dan situs sebagai paket dari kebudayaan dan pariwisata. Dengan begitu maka akan ada dua hal yang didapat yakni peningkatan pariwisata dan sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap jiwa-jiwa kepahlawanan yang telah dilakukan baik dari pra kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan yang dilakukan di Sumsel.

Selain itu Pemprov juga mendorong kerjasama dengan badan usaha dan swasta apakah perbankan kemudian juga beberapa perusahaan nasional bersama misalnya dengan CSR memelihara dan merenovasi situs budaya yang penuh jiwa kepahlawanan sehingga tempatnya menjadi bagus.

” Sehingga mereka masyarakat mau berkunjung dan kita bisa mengedukasi, menjelaskan nilai-nilai kepahlawanan itu ke masyarakat luas,” jelasnya.

Elen juga menjelaskan bahwa Pemprov juga menyiapkan program setiap tahun berupa perawatan. Termasuk juga beberapa situs yang dikelola oleh pihak lain, tapi tetap bisa dipertahankan dan difasilitasi untuk perawatannya.

Hanya saja kata Elen, jika situs tersebut dikelola oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, tentu Pemkab juga akan bertanggung jawab disana dan Pemprov bersifat memberikan fasilitas bantuan seperti pembiayaan APBD untuk perbaikan.

” Seperti Museum Tekstil yang saat ini kita bekerja sama lagi rencanakan dengan Kota untuk mengoptimumkan dengan tetap mempertahankan sejarah, bentuk, struktur, tetapi kita bisa fungsikan untuk layanan, misalnya untuk layanan perizinan, sekaligus juga kita buat sebagai semacam outlet untuk UMKM kita, produk-produk kita kecil-mikro,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Kota Prabumulih Gelar Paripurna XXIV Masa Persidangan Ketiga 2026

Dengan kolaborasi seperti ini Pemprov dan Pemkot tak hanya dapat mempertahankan situs itu dengan nilai-nilainya yang ada. Tetapi kemudian, masyarakat datang ke situ  tidak hanya sekedar hanya untuk melihat, bahkan mendapatkan fungsi lain yang dilakukan oleh berbagai instansi.

“Ini menjadi salah satu model yang kita lakukan. Tetapi yang di luar itu tetap kita melakukan berbagai upaya kita,  yang tadi edukasi, meningkatkan literasi, sosialisasi, kerjasama dengan berbagai pihak untuk kita jaga selalu menawarkan situs-situs yang bisa dikelola secara bisnis ekonomi  pariwisata bisa kita manfaatkan,” jelasnya.

Elen juga mengatakan seperti misalnya  Benteng Kuto Besak, menurutnya secara ekonomi sangat potensi karena berada pada daerah komersil. Menurutnya jika dikelola dengan baik tentu akan ada nilai ekonomisnya.

” Nilai ekonomi nanti akan berpengaruh kepada UMKM masyarakat kita, pariwisata datang dan sebagainya, juga penjualan pempeknya naik. Dan ini jadi bagian dari strategi kita bagaimana kita mendukung pemanfaatan peninggalan situs-situs ini dengan tujuan situsnya tetap terawat, nilai-nilainya tetap bisa diwariskan, tapi ada nilai ekonomisnya yang bisa didapat oleh masyarakat, terutama  masyarakat usaha mikro kecil dari kegiatan upaya pelestarian sejarah melalui situs-situs ini,” tandasnya. [AbV/red]

Berita Terkait

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
DPRD Kota Prabumulih Gelar Paripurna XXIV Masa Persidangan Ketiga 2026
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:33 WIB

DPRD Kota Prabumulih Gelar Paripurna XXIV Masa Persidangan Ketiga 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terbaru