Sosialisasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tingkat Tsanawiyah se Sumatera Selatan

- Jurnalis

Rabu, 27 Februari 2019 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 H. Abadil, S.Ag, M.Si - Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan

H. Abadil, S.Ag, M.Si - Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Dalam kehidupan manusia tidak akan lepas dari yang namanya pendidikan. Pendidikan merupakan modal dasar dalam mencapai kehidupan yang sejahtera. Pendidikan merupakan proses belajar menuju kehidupan yang lebih baik dari hal-hal yang terkecil hingga terbesar dengan cara mentransfer keilmuan untuk mencerdaskan siswa dalam memperbaiki akhlak siswa. Oleh karena itu, Keutuhan suatu bangsa salah satunya melalui dunia pendidikan.

Pasalnya apabila rusak karakter suatu unsur pendidikan maka itu merupakan salah satu bagian awal kehancuran suatu bangsa. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan H. Abadil, S.Ag, M.Si saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Tingkat Tsanawiyah se Sumatera Selatan, Rabu (27/02) di Hotel Grand Duta Syariah Palembang.

Menurut Abadil ada 3 poin yang harus dipelihara dalam menjaga keutuhan suatu bangsa diantaranya melalui keluarga, pendidikan dan peran tokoh agama. Dimulai dari keluarga menjaga hubungan dan komunikasi yang baik. Bagaimana suatu keluarga membangun kenyamanan dan keharmonisan dan saling hormat menghormati. Selanjutnya pendidikan, Bagaimana sistem pendidikan suatu bangsa sangatlah berdampak kedepan terhadap karakter bangsa itu sendiri. Yang terakhir tokoh agama. Ucapan satu orang tokoh agama termasuk guru itu sendiri dapat mempengaruhi puluhan bahkan ratusan orang lain. Oleh karena itu sebagai seorang tokoh hendaknya senantiasa memberikan kesejukan dalam setiap ucap dan prilakunya.

Baca Juga:  Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

Untuk menjadi seorang guru yang profesional, setiap guru diharapkan dapat menyesuaikan pola pendidikan sesuar zamannya. “Menghadapi murid zaman now seorang guru pula harus berinovasi sesuai era zaman now pula. Hal tersebut sangat diperlukan sebab berbeda masa maka beda pula strategi pendidikan,” ujar Abadil.
Adapun untuk menjadi guru yang profesional dalam suatu jabatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya memiliki keahlian khusus sesuai bidang kompetensi yang dibutuhkan dan penghasilan yang memadai terhadap keahlian tersebut.

“Alhamdulillah saat ini pemerintah telah berupaya memberikan perhatian kepada guru dan tenaga pendidikan, diantaranya sekarang sudah ada tunjangan sertifikasi atau tunjangan kinerja. Tentunya untuk mendapatkan hal tersebut haruslah kita berupaya terlebih dahulu meningkatkan kompetensi dan keahlian kita masing-masing,” tambah Abadil.

Ia juga menyampaikan kepada peserta untuk dapat meneruskan informasi yang didapat dalam kegiatan ini kepada rekannya di daerah masing-masing. Sehingga ilmu dan keterampilan yang didapat dapat ditularkan untuk kemajuan dunia pendidikan. “Pendidikan yang efektif merupakan suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan,”tutupnya (Ken)

Berita Terkait

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Pengumuman Kelulusan SMP Lewat Virtual, ini Imbauan Disdik Palembang
Kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Perdana Hadir di Palembang, SD Patra Mandiri 2 Maju Babak Final

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:26 WIB

Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terbaru

Polres OKU Timur menggelar Sidang Isbat Nikah Massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Polres OKU Timur. Nikah massal ini diikuti sebanyak 80 pasangan 

Headlines

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:02 WIB