Soal Peristiwa Pembacokan Ketua KPPS di Palembang, Istri Angkat Bicara

- Jurnalis

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] Osa [30] mengalami luka bacok di bagian kepala, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat [IB] II, mendapat perawatan di Rumah Sakit AK Gani Palembang.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] Osa [30] mengalami luka bacok di bagian kepala, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat [IB] II, mendapat perawatan di Rumah Sakit AK Gani Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Nadia selaku istri Ketua KPPS Osa di TPS 27 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat [IB] II Palembang, angkat bicara soal peristiwa pembacokan yang dilakukan oknum perlindungan masyarakat [Linmas] RV terhadap suaminya. Ternyata bukan masalah antrian pencoblosan melainkan pinjaman uang sebesar Rp50.000.

Pelaku, ujar Nadia, ingin meminjam uang ke suaminya tetapi lewat adiknya. Melihat suaminya, baru saja mengeluarkan uang untuk membeli susu bagi anggota KPPS. “Mungkin dipikir pelaku ada, padahal sama sekali tidak ada lagi uangnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Selepas magrib pelaku pulang ke rumah dan berganti pakaian. Selang beberapa jam kemudian, pelaku kembali ke TPS dan mendekati korban sembari menanyakan uang yang ingin dipinjam.

“Namun, Osa tak memegang uang, kemudian pelaku mendekati korban. Tak berselang lama, pelaku mengeluarkan golok dari dalam jaketnya,” ungkap Nadia, dalam keterangan di beritasatucom, Kamis 15 Februari 2024.

“Sehari sebelumnya, pelaku juga sempat meminjam uang kepada suaminya. Saat itu, pelaku diberi Rp 150.000,” ujarnya.

Selaku istri Ketua KPPS, Nadia membantah jika alasan pelaku membacok karena korban tidak mendahulukan istrinya yang sedang hamil untuk mencoblos saat antre di TPS.

Baca Juga:  Bupati Edison Terjaring OTT! Kantor Disdik Muara Enim Disegel KPK ‎

“Ada memang istrinya datang, tetapi bagian pendaftaran bilang tidak ada istri pelaku minta didahulukan, yang ada, ibu-ibu sakit stroke didahulukan, nah yang lain protes” sebutnya.

“Malahan adik pelaku pagi-pagi mau kerja didahulukan oleh suami saya. Kami juga tidak tahu yang mana istri pelaku,” katanya.

Saat ini, korban telah membuat laporan ke Polsek Ilir Barat 2. [AbV]

Berita Terkait

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi
Fakta Baru Terungkap di Praperadilan SP3 Polda Sumsel, Pemohon Sebut Ada Indikasi Ketidaknetralan Penyidikan
Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:09 WIB

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:43 WIB

Fakta Baru Terungkap di Praperadilan SP3 Polda Sumsel, Pemohon Sebut Ada Indikasi Ketidaknetralan Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:22 WIB

PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Berita Terbaru