“SIDAK Pasar” Fitri: Makanan Jangan Tercampur Aroma Sabun

- Jurnalis

Rabu, 23 Maret 2022 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda di salah satu gudang Retail terbesar di Palembang tepatnya di kawasan Karya Jaya, Kertapati

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda di salah satu gudang Retail terbesar di Palembang tepatnya di kawasan Karya Jaya, Kertapati

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Menjelang Ramadhan, Wakil Walikota Fitrianti Agustinda bersama Balai Badan Pengawasan Obat dan Makanan [BBPOM] Kota Palembang kembali melakukan Inspeksi Dadakan [Sidak].

Nah, kali ini sidak dilakukan di salah satu gudang Retail terbesar di Palembang tepatnya di kawasan Karya Jaya, Kertapati guna memastikan makanan dalam kemasan menjelang puasa aman.

“Jadi kita inginkan, makanan apapun itu, tidak tercampuri aroma seperti sabun dan sebagainya,” kata Fitri usai melakukan sidak, Rabu 23 Maret 2022.

Lanjut Fitri, menurutnya makanan yang dikonsumsi bila tercampuri dengan bau sabun yang melekat bisa berbahaya untuk tubuh.

Baca Juga:  TMMD ke-129 Sentuh Kebutuhan Dasar, RTLH Warga Dibangun Lebih Layak

“Karena ada rasa sabun tentu ini membahayakan tubuh masyarakat jika dikonsumsi,” terangnya

Masih di tempat yang sama, ia mengimbau kepada pengelola gudang untuk dapat memilah barang-barang yang dapat dikonsumsi dan tidak dikonsumsi.

“Sebagai catatan penting, mana barang yang dikonsumsi dan yang dimusnahkan [kadaluarsa] itu dipisahkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Fitri memberikan jangka waktu seminggu bagi pengelolah gudang untuk membenahi gudang yang masih berantakan penyimpinanya, sebelum dilakukannya kembali sidak oleh pihak terkait.

“Minggu depan kita bersama BPOM dan Dinas Perdagangan akan cek lagi,” tegasnya lagi.

Baca Juga:  Makan Siang Bersama Warga, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Sementara itu, Nizar salah satu pengawas logistik di pergudangan Kawasan Karya Jaya, Kertapati mengatakan, pihaknya membenarkan gudangnya belum tertib penataannya lantaran lonjakan muatan bertambah menjelang ramadhan dan Idul Fitri.

“Kita tau sendiri, menjelang puasa dan lebaran muatan aktifitas di gudang cukup padat sehingga pengaturan barang jadi terhambat,” ungkapnya.

Pihaknya, sambung Nizar juga akan melakukan evaluasi dan penertiban barang sebelum jatuh tempo waktu yang diberikan Wakil Walikota Palembang.

“Jadi beberapa hari ini kita lakukan proses perbaikan gudang dalam penataanya,” pungkasnya. [why]

Berita Terkait

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Senin, 14 September 2026 - 11:42 WIB

Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terbaru

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB