Respon Andreas Soal 13 Murid SDN 178 Palembang Mual-Muntah Pasca Santap MBG

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Palembang Andreas Okdi Priantoro

Anggota DPRD Kota Palembang Andreas Okdi Priantoro

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Anggota DPRD Kota Palembang Andreas Okdi Priantoro secara mendadak merespon peristiwa 13 murid SD Negeri 178 pasca menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis [MBG] beberapa waktu lalu.

Setibanya di sekolah pada 1 Oktober 2025, Andreas langsung disambut dengan penjelasan jajaran guru soal kronologi belasan peserta didik tiba-tiba merasa mual di ruang kelas.

“Kami langsung membawa anak-anak ke UKS dan memberikan pertolongan pertama. Namun sebagian tetap harus dirujuk ke Puskesmas,” ujar salah satu guru kepada Andreas.

Sepanjang dialog, Andreas terlihat mendengarkan dengan seksama. Ia mencatat poin-poin penting dan sesekali mengangguk menanggapi penjelasan pihak sekolah.

Pengakuan Murid

Tidak hanya guru, Andreas juga menyapa beberapa siswa yang sempat menjadi korban. Dengan nada tenang, ia menanyakan kondisi mereka.

“Sekarang sudah sehat, Nak?” tanya Andreas sambil tersenyum. Seorang siswa menjawab malu-malu, “Sudah, Pak.”

Baca Juga:  ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Momen tersebut membuat suasana kunjungan menjadi cair dan humanis. Sejumlah orang tua siswa yang hadir juga menyampaikan kekhawatiran mereka jika kasus serupa terulang kembali.

DPRD Akan Panggil Dinas Terkait

Dalam keterangan pers, Andreas menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan langsung kondisi sekolah setelah kejadian.

“Melihat langsung, mendengar langsung, jauh lebih penting daripada hanya menerima laporan di atas kertas. Kita bisa tahu bagaimana respon guru, UKS, dan apa saja kendalanya saat kejadian,” kata Andreas.

Ia menekankan perlunya perbaikan menyeluruh, mulai dari distribusi makanan, higienitas penyajian, hingga SOP penanganan darurat di sekolah.

“Kami ingin memastikan, makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman dan bergizi,” tegasnya.

Kalau distribusi perlu diubah jadi dua kali sehari seperti rekomendasi Ombudsman, itu harus dipertimbangkan serius,” sebut dia.

Fraksi PDIP ini juga menyoroti pentingnya penguatan UKS di sekolah. “Golden hour dalam penanganan sangat penting. Sekolah harus siap dengan protokol pertolongan pertama agar keselamatan siswa tidak terancam,” ujarnya.

Baca Juga:  Sekolah Rasa "Double Track" SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Ia menambahkan, DPRD akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk meminta pertanggungjawaban sekaligus mendorong audit total atas pelaksanaan MBG di Kota Palembang.

“Kejadian ini jangan dianggap sepele. Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita, generasi penerus bangsa,” tukasnya.

Standar Minimal Harus Dipenuhi

Lebih jauh, Andreas menekankan bahwa seluruh Sentra Penyedia Program Bergizi Gratis (SPPBG) di Palembang ke depan harus memenuhi standar dasar: memiliki sertifikat halal, sertifikat laik higiene, serta sertifikat penggunaan air layak pakai.

“Ketiga hal ini adalah standar minimal dapur agar keamanan pangan dapat dipertanggungjawabkan. Jika ada SPPBG yang bandel, harus ditutup dan tidak diberi izin operasional kembali,” tegas Andreas.

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Oknum Ngaku Wartawan Diciduk saat Terima Uang Rp10 Juta dari Perangkat Desa

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Selasa, 29 September 2026 - 14:10 WIB

Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan

Berita Terbaru

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Headlines

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:27 WIB