Ratu Dewa: Siap Perjuangkan Kesejahteraan Guru

- Jurnalis

Rabu, 15 Juni 2022 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Drs Ratu Dewa MSi didampingi Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto SPd MM mengapresiasi kegiatan Workshop yang diselenggarakan Komunitas Guru Asyik dan Menyenangkan [Gurame] Kota Palembang bagi guru taman kanak-kanak dan Paud.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Drs Ratu Dewa MSi didampingi Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto SPd MM mengapresiasi kegiatan Workshop yang diselenggarakan Komunitas Guru Asyik dan Menyenangkan [Gurame] Kota Palembang bagi guru taman kanak-kanak dan Paud.

Zulinto: Guru Jangan Dimarginal

Sementara itu, Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto, menyampaikan untuk pembelajaran tatap muka [PTM] masih seperti dulu, menerapkan 50% dan 50% belum ada perubahan, jam belajarnya pun masih sama.

“Harapannya saat menginjak tahun ajaran baru nanti, kita akan diskusikan agar dapat belajar tatap muka secara 100%. Apalagi Palembang sudah di zona di level 1,” ungkap Kadisdik Palembang ini.

Disinggung soal gaji guru PAUD, Zulinto menjelaskan terkait kesejahteraan guru tentunya tidak terlepas pada kondisi keuangan, saya selalu berfikir agar gaji guru itu harus memadai. “PAUD ini sangat rendah gajinya, karena mereka terbatas dari uang yang masuk dari siswanya. Ke depan, seandainya mereka ini [guru PAUD] dapat disubsidi, paling tidak ada tanda mata bagi mereka dari Pemerintah, khususnya Pemkot Palembang, saya sangat sependapat,” ujarnya.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

“Mari kita bantu, entah nilainya berapa pun, mereka tidak harus menilai besar kecilnya, tapi bentuk kepedulian terhadap mereka. Guru jangan dimarginal, guru ini yang membuka mata, ilmu ke pada semua orang, karena merekalah yang mendidik dan mengajar dan memberikan pengetahuan bagi anak didik. Tolong perhatikan nasib mereka,” tambahnya.

Baca Juga:  PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla--ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Apalagi, sambung Zulinto, sekarang terdapat penerimaan PPPK, ini PR bagi pemerintah pusat dan jangan hanya menjadi wacana saja. Hal ini harus dibuktikan dan kekurangan ini masuk dalam kondisi kritis.

Laporan Hasan Basri | Abror Vandozer

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB