Puncak HUT PGRI ke-80 di Palembang Diwarnai Doa Bersama hingga Galang Dana untuk Guru Terdampak Bencana

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen peringatan HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025 di Palembang dibalut dengan Ketua PGRI Palembang Ahmad Zulinto memberikan suapan potongan tumpeng kepada Wali Kota Ratilu Dewa.

Momen peringatan HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025 di Palembang dibalut dengan Ketua PGRI Palembang Ahmad Zulinto memberikan suapan potongan tumpeng kepada Wali Kota Ratilu Dewa.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Persatuaan Guru Republik Indonesia [HUT PGRI] ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Palembang diwarnai dengan doa bersama hingga solidaritas penggalangan dana untuk guru terdampak bencana di wilayah Aceh, Medan dan Padang.

Momen tersebut berlangsung khidmat penuh makna di The Sultan Convention Center pada Rabu 3 Desember 2025.

Gelaran itu dihadiri Wali Kota Ratu Dewa, Ketua PGRI Palembang Ahmad Zulinto, Ketua PGRI Sumsel, jajaran OPD.

Ratu Dewa menekankan pentingnya menjadikan peringatan HUT PGRI dan HGN sebagai momentum untuk mempererat solidaritas dan kepedulian sosial.

“Melalui peringatan tersebut, mari kita rayakan dengan suka cita, namun tetap mengingat saudara-saudara kita di Aceh, Medan, dan Padang yang sedang mengalami kesusahan akibat bencana alam,” ungkapnya.

Ia juga menginstruksikan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Palembang untuk turut serta dalam penggalangan bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan kepada para guru terdampak.

Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru yang telah mempercayakan kepemimpinan dirinya bersama Wakil Wali Kota Prima Salam.

Baca Juga:  Sekda Aprizal Hasyim Tinjau Posko Lebaran, 500 Personel Disiagakan Amankan Pemudik di Palembang

Selain itu, Ratu Dewa menyampaikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Palembang melalui program “Palembang Cerdas”.

“Salah satu targetnya adalah memastikan setiap sekolah memiliki minimal satu guru bergelar magister [S2], serta menghadirkan dokter spesialis di setiap puskesmas untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Terkait penataan tenaga pendidik, ia menyoroti pentingnya pemetaan dan relokasi guru agar distribusi tenaga pengajar lebih merata dan efisien.

“Saya akan menginstruksikan Kepala BKPSDM untuk mengatur penempatan guru dalam satu kecamatan agar tidak terjadi penumpukan guru dengan mata pelajaran yang sama di satu sekolah. Harapan saya, guru tidak perlu bekerja terlalu jauh dari tempat tinggalnya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para guru untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan menghindari praktik pungutan liar (pungli) yang bertentangan dengan aturan.

Menanggapi isu perpanjangan kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK] yang akan segera berakhir, Ratu Dewa menegaskan bahwa selama tidak ada pelanggaran fatal, kontrak akan diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Respon Ratu Dewa, Evaluasi CFN-CFD, Kritik Warga Jadi Bahan Perbaikan

“Kami membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Palembang yang berjaya dan berdaya,” tegasnya.

Sementara, Ketua PGRI Kota Palembang, Ahmad Zulinto, mengungkap rasa syukur atas perhatian Pemerintah Kota terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia [SDM] guru.

Ia menyebut bahwa tahun ini, sebanyak 100 guru akan menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, bahkan beberapa di antaranya ke jenjang S3.

“Kami sangat bersyukur atas komitmen Pemerintah Kota Palembang yang telah mengabulkan permohonan kami. Ini adalah langkah besar dalam menciptakan guru yang unggul dan profesional,” ungkap Zulinto.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan penempatan guru PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, agar tidak terjadi ketimpangan antar sekolah.

“Kami berharap BKPSDM dan Dinas Pendidikan dapat melakukan pemetaan yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” tutupnya. [AbV/red]

Berita Terkait

Kejati Sumsel Kembali Ganyang Aset PT KMM, Mesin Bathcing Plant Disita
Musda V Demokrat Sumsel: Konsolidasi Internal dan Ambisi Besar Menuju Pemilu
UKK PKB Sumsel Resmi Dimulai, DPP Uji Calon Ketua DPC dari 7 Daerah
Muratara “ZONA MERAH” Sengketa Lahan Petani Versus Lonsum–Seleraraya Berpotensi Meledak
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah
Cik Ujang Calon Tunggal Demokrat Sumsel, DPP Putusan Akhir
SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:08 WIB

Kejati Sumsel Kembali Ganyang Aset PT KMM, Mesin Bathcing Plant Disita

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:36 WIB

Musda V Demokrat Sumsel: Konsolidasi Internal dan Ambisi Besar Menuju Pemilu

Kamis, 30 April 2026 - 21:27 WIB

UKK PKB Sumsel Resmi Dimulai, DPP Uji Calon Ketua DPC dari 7 Daerah

Kamis, 30 April 2026 - 19:12 WIB

Muratara “ZONA MERAH” Sengketa Lahan Petani Versus Lonsum–Seleraraya Berpotensi Meledak

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Berita Terbaru