PTBA Latih Warga Binaan Lapas Perempuan Olah Limbah Jadi Beragam Kerajinan

- Jurnalis

Rabu, 5 April 2023 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan berkolaborasi dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung melakukan pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan untuk mengembangkan limbah tusuk sate menjadi beragam kerajinan tangan.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan berkolaborasi dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung melakukan pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan untuk mengembangkan limbah tusuk sate menjadi beragam kerajinan tangan.

WIDEAZONE.com, BANDAR LAMPUNG | PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan berkolaborasi dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung melakukan pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan untuk mengembangkan limbah tusuk sate menjadi beragam kerajinan tangan.

Pelatihan diberikan kepada warga binaan lapas yang masa tahanannya hampir habis dan membutuhkan keterampilan sebagai bekal kembali menjadi bagian dari masyarakat. Pada 2022, sebanyak 10 warga binaan telah mengikuti program ini.

Program pemberdayaan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung ini juga didukung oleh PT Hanan Alam Utama (PT HAU) sebagai pemasok bahan baku dan distribusi produk, serta Kampus Bumi yang memberikan workshop dan pendampingan.

“PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan menginisiasi pengembangan Limbah sortir hasil produksi tusuk sate yang belum termanfaatkan dan menjadi beban limbah bagi lingkungan menjadi produk yang berbasis pemberdayaan kelompok rentan, dalam hal ini warga binaan lapas,” kata General Manager PTBA Unit Pelabuhan Tarahan, Dadar Wismoko.

Baca Juga:  Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Berkat program ini, warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung memperoleh keterampilan dan pendapatan dari bagi hasil kerajinan. Produk-produk yang dihasilkan dari limbah sortir lidi tusuk sate, di antaranya adalah kotak tisu, kotak hantaran, dan kotak buah.

Manfaat lainnya ialah perubahan pandangan masyarakat terhadap warga binaan lapas, dari yang dianggap menjadi beban masyarakat justru dapat menciptakan produk kerajinan kreatif, memiliki keterampilan, serta siap membuka lapangan pekerjaan atau mandiri di masyarakat.

“Para warga binaan mendapat kepercayaan diri dan kesiapan keterampilan untuk menjadi bekal kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Pemberdayaan warga binaan Lapas Perempuan kelas IIA Bandar Lampung dalam produksi kotak tisu dan tirai bambu dari limbah tusuk sate ini merupakan bagian dari Program Bamboo for Life yang dijalankan PTBA sejak 2014 di area Pelabuhan Tarahan, kemudian dilanjutkan ke berbagai daerah di sekitar perusahaan.

Baca Juga:  Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026

Penanaman bambu dilakukan untuk merestorasi lahan yang gersang. Secara kumulatif, sudah 13.624 unit pohon bambu pada lahan seluas 49 hektare (ha) yang ditanam PTBA di berbagai daerah di Provinsi Lampung. Serapan karbon mencapai 3.509 ton CO2e per tahun.

Sejak 2018, PTBA Unit Pelabuhan Tarahan melakukan pendampingan dan pengembangan produksi tusuk sate untuk memberdayakan kelompok rentan (lansia) di Desa Sidomulyo.

“Dengan pendampingan dari PTBA, tercipta keberlanjutan program dengan kesiapan Sistem Manajemen Bahtera Bambu. Mulai dari lembaga koperasi yang terstruktur, SOP yang jelas, dan sentra industri tusuk sate telah menerapkan Total Productive Maintenance dan penerapan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant). Maka program memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” tegas Dadar. [AbV/red]

Berita Terkait

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Berita Terbaru