Progres Bendungan Tiga Dihaji Baru Capai 6 Persen

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2020 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Birendrajana sedang memaparkan progres Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang merupakan bendunganterbesar di wilayah Sumatera Selatan, berlokasi di Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumsel, Senin (24/08/2020)

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Birendrajana sedang memaparkan progres Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang merupakan bendunganterbesar di wilayah Sumatera Selatan, berlokasi di Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumsel, Senin (24/08/2020)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Bendungan Tiga Dihaji merupakan bendungan satu satunya yang terbesar di wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang terletak di Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) dengan sumber air berasal dari danau ranau.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Birendrajana mengungkapkan, nilai kontrak proyek senilai 3,74 triliun. Kontrak kita dari akhir 2018 hingga 2023, tahun lalu kami baru fokus di jalan masuk dengan panjang 13 kilometer.

“Tahun ini terdapat progress yang baru, bangunan ini akan menjadi bendungan terbesar di wilayah Sumsel. Volume tampungan bendungan sebesar 105 juta kubik air dengan tinggi 122 meter dan progresnya memang  masih kecil baru sekitar 6 persen karena terdapat refocusing anggaran akibat adanya COVID 19 sebesar 400 milyaran sehingga sisanya hanya 51 milyar dari total anggaran tahun ini 450 milyar,” ungkapnya, Senin (24/8/2020)

Baca Juga:  Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur

Kami usahakan kontraktor dapat bekeja hingga akhir tahun ini, sambung Biren, kita harapkan anggaran tahun depan dapat diganti tahun depan. “Defisit anggaran mengakibatkan prosesnya agak menurun, target dari pekerjaan sampai 2023. Ini multi years kontrak, ada 5 paket diantaranya 4 paket kontruksi dan satu supervisi,” jelas Kepala BBWS Sumatera VIII ini.

Lanjut Biren, bendungan ini digunakan untuk beberapa fungsi. “Pertama untuk mengairi irigasi pertanian di Komering seluas 72 ribu hektare namun baru kita bangun 60-an ribu hektare, kedua untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) lebih kurang 40 megawatt, ketiga untuk reduksi banjir, dan juga untuk pariwisata,” ujarnya.

“Tentunya dalam pelaksanaan proyek ini, kami lakukan monitoring dengan ketat baik dari pihak BBWS maupun dari pihak konsultan supervisi. Adanya proses proses yang aharus dilewati, seperti sertifikasi desain yang berasal dari rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan (KKB) Kementerian PUPR terlebih dahulu.” kata Biren.

Baca Juga:  PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Ia menambahkan , untuk setiap permasalahan, biasanya kami konsultasikan dengan bagian pembinaan di pusat.

“Nanti ketika pekerjaan bangunan ini selesai, akan diadakan monitoring dan inspeksi setiap tahunnya guna mengecek bangunan tersebut. Terdapat juga unit yang akan mengelola terhadap bendungan ini,” tambahnya.

Selanjutnya, kami mengharapkan kepada masyarakat dan stakeholder dari berbagai sektor untuk bersama-sama menjaga perairan kita, sungai, sumber air. “Apabila infrastruktur telah selesai kita bangun, mari kita jaga, untuk kepentingan kita bersama. Jangan dirusak,” tutupnya.

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak
Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa
Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:13 WIB

Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak

Berita Terbaru