Program IKN Dibangun dengan Konsep Smart City

- Jurnalis

Rabu, 18 Desember 2019 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program IKN Dibangun dengan Konsep Smart City

Program IKN Dibangun dengan Konsep Smart City

PEMBANGUNAN ibu kota negara yang baru di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur, rencananya akan didesain dengan konsep smart city (kota cerdas) dan forest city atau bush capital.

Dalam pesannya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa tim KLHK telah melakukan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) pada aspek lingkungan.

“Kajian itu dilakukan untuk menjadi dasar penyusunan masterplan ibu kota negara (IKN). Karena itu dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW), akan memberi pengaruh pada kebijakan rencana dan program (KRP) berdasarkan kondisi di lapangan dengan peraturan-peraturan yang ada,” demikian pesan Kepala Negara yang tersebar di ruang publik.

Khusus ke pada jajaran KLHK, pesan Presiden, membangun ibu kota negara itu harus diwujudkan dengan pemulihan dan perlindungan. “Apalagi program pembangunannya tepat berada di kawasan hutan produksi eks hutan tanaman industri Itchi Hutan Manunggal,” pesannya.

Karena itu jajaran KLHK sedang mendalami langkah-langkah krbijakan yang tepat untuk tujuan itu. “Tentu saja harus tetap menjaga habitat orang utan dan bekantan, sekaligus memulihkan lingkungan vegetasi (alam) dan penanganan bekas tambang,” pesan Presiden.

Untuk itu, sesuai rencana, tahun depan akan dibangun kebun bibit persemaian modern di areal seluas 120 hektare, dengan produksi bibit, sedikitnya 15 juta batang per tahun.

Baca Juga:  Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Untuk membangun gagasan besar tersebut, ujar Presiden, segala sesuatunya harus dipersiapkan, terutama di bagian tugas tim KLHK, yakni pada aspek lingkungan.

Baca Juga:  SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

“Yah, sembari terus melaksanakan program kerja, harus juga merehabilitasi hutan dan lahan yang proses pengerjaannya di masukkan ke dalam kerangkan waktu (time frame) yang sama,” demikian pesan Presiden Joko Widodo. (*)

Laporan Abror Vandozer/rel
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB