Polsri Tepis Tudingan Mahasiswa Dialihkan Tapi Pengembangan

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politeknik Negeri Sriwijaya [Polsri]. [Gambar Ist]

Politeknik Negeri Sriwijaya [Polsri]. [Gambar Ist]

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Politeknik Negeri Sriwijaya atau Polsri menepis tudingan mahasiswa dialihkan dari Jurusan Bisnis Administrasi ke Bahasa dan Pariwisata, tapi bukan pemindahan melainkan instruksi langsung dari pusat [Dirjen Pendidikan] untuk pengembangan.

“Selain instruksi pusat, terdapat surat lanjutan, menjelaskan bahwa [Bisnis Administrasi] satu kesatuan dalam satu Prodi, di bawah Jurusan Bahasa dan Pariwisata,” ungakap Wakil Kehumasan, Edi Aswan dalam keterangan dikutip WIDEAZONE.com melalui sambungan elektronik pada Sabtu 6 Desember 2025.

Edi Aswan mengungkap sebelumnya kala itu Jurusan itu bernama Bahasa Inggris, lalu dikembangkan lagi menjadi Bahasa dan Pariwisata. “Jadi dalam hal ini terdapar dua Prodi, Bahasa Inggris dan Prodi Usaha Perjalanan Wisata,” ujarnya.

Baca Juga:  Oknum Ngaku Wartawan Diciduk saat Terima Uang Rp10 Juta dari Perangkat Desa

Untuk Jurusan Administrasi Bisnis, kata dia, masih ada, namun naungannya di bawah Bahasa dan Pariwisata dengan Prodi Usaha Perjalanan Wisata.

“Soal pemindahan ratusan mahasiswa itu hanya Pengembangan Jurisan atau seperti diungkap Wakil Direktur 1 Bidang Kemahasiswaan Polsri Dr Yusri [pengembangan struktur akademi],” jelasnya.

Berkaitan dengan persolan [polemik] atau pun keresahan, Edi Aswan berujar belum ada penolakan ataupun protes mahasiswa. “Hingga saat ini belum ada keluhan dari peserta didik Kampus seputar permasalahan,” kilahnya.

Baca Juga:  Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Klarifikasi Datang Terlambat

Sebelumnya, beredar informasi bahwa sekitar 350 mahasiswa dari empat angkatan akan dialihkan ke jurusan berbeda tanpa penjelasan resmi.

Kabar tersebut menyebar cepat di ruang publik, memicu kekhawatiran yang tak kunjung dijawab oleh pihak kampus hingga polemik membesar.

Baru pada Jumat 5 Desember 2025, dalam keterngan pers, Wakil Direktur I Bidang Kemahasiswaan Polsri Dr Yusri dan Ketua Senat Dr Dicky Saprianto muncul memberikan keterangan resmi.

Sangat disayangkan, klarifikasi soal pengalihan ratusan majasiswa ini datang terlambat setela [persoalan] memicu keresahan khalayak.

Laporan/Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Berita Terbaru