Kepada para guru dan tenaga pendidik yang hadir, Herman Deru juga berpesan agar dapat melakukan terobosan dalam membangun dunia pendidikan yang diiringi dengan akhlak yang baik. Pasalnya di era sekarang pertumbuhan teknhologi dan digital yang demikkan cepat, persaingan yang akan dihadapi generasi kedepan jauh lebuh ketat.
“Inu warning bahwa persaingan semakin ketat. Pendidikan karakter ini harus jadi pondasi saat mereka bersaing agar mereka bisa bersaing dengan sehat,” jelasnya.
Dibaratkannya besi, menurut Gubernur Herman Deru karakter para santriwan/santriwati harus ditempa. Dan pesantren inilah yang diibaratkannya pandai besi tempat menempa para peserta didik menjadi manusia yang lebih bernilai
“Pendidikan karakter ini harus kita siapkan untuk mengemban estafet di masa depan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu Iapun mengapresiasi kemandirian Ponpes Nurul Qomar yang telah mandiri menggelar kegiatan festival tersebut. Untuk menyemangati para peserta, Gubernur HD pun memberikan bantuan uang tunai sebagai tambahan hadiah untuk para peserta.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan Ponpes Nurul Qomar, Afrizal Rivai dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. (Abv)


















![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)
