PGRI Nilai Perseteruan Antara Guru–Wali Siswa SMKN 7 Palembang Coreng Akademik

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PGRI Palembang, Dr H Ahmad Zulinto SPd MM melakukan koordinasi pembahasan soal perseteruan guru--wali siswa SMKN 7 Palembang pada Rabu 15 Oktober 2025.

Ketua PGRI Palembang, Dr H Ahmad Zulinto SPd MM melakukan koordinasi pembahasan soal perseteruan guru--wali siswa SMKN 7 Palembang pada Rabu 15 Oktober 2025.

Dr Ahmad Zulinto: Tidak Mencari Siapa Salah! PGRI Pastikan Penyelesaian dengan Bijak

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Persatuan Guru Republik Indonesia [PGRI] menilai perselisihan antara guru dan seorang wali siswa SMK Negeri 7 Palembang mendapat ragam sorotan dari khalayak, hingga mencoreng suasana akademik di sekolah.

Tak ayalnya, perseteruan ini mendapat keprihatinan dari Ketua PGRI Palembang, Dr H Ahmad Zulinto SPd MM, bahkan memaksanya untuk turun langsung menengarai persoalan pada Rabu 15 Oktober 2025.

Kedatangannya bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi sebagai langkah tegas untuk meluruskan arah dan menegur keras mereka yang dengan mudah menyerang guru tanpa memahami duduk persoalan.

“Saya datang bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk memastikan masalah ini diselesaikan dengan bijak,” ungkap Zulinto.

Menurutnya, sekolah sudah bertindak benat, gurunya pun sudah meminta maaf jika ada singgungan kata. “Mari kita akhiri persoalan ini,” ujarnya.

Ketua PGRI Sumsel periode 2019-2024, kembali menegaskan guru adalah sosok dalam menegakkan moral, tentunya bukan musuh untuk dicurigai.

Setiap teguran dari guru, katanya, bukan bentuk kebencian, melainkan kasih sayang dalam wujud yang tegas — sesuatu yang kini mulai sulit dipahami di tengah budaya sensitif dan mudah tersinggung.

Baca Juga:  98 PHL Dishub Palembang Dirumahkan Tanpa Pemberitahuan, Upah Tak Dibayarkan

“Selama 40 tahun saya jadi guru, saya tahu betul: tak ada guru yang ingin muridnya gagal. Teguran keras justru bentuk kepedulian. Tapi sekarang, banyak yang lebih memilih tersinggung dari pada introspeksi,” ujarnya tajam.

Peristiwa di SMK Negeri 7 hanyalah miskomunikasi yang diperkeruh oleh ego dan emosi, bukan masalah besar yang layak dibesar-besarkan di ruang publik. Ia mengingatkan, ketika orang tua ikut-ikutan mempermalukan guru, maka yang paling hancur adalah karakter anaknya sendiri.

“Kalau orang tua mengajarkan anak untuk membantah guru, jangan heran kalau nanti anaknya juga berani membantah orang tuanya. Itu bukan keberanian, tapi bibit kehancuran moral,” sindir Zulinto menohok.

Ia menegaskan, PGRI tidak akan tinggal diam jika marwah guru diinjak. “Kami punya tim hukum. Bila ada guru dilaporkan hanya karena menjalankan tugasnya, kami siap mendampingi. Guru tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian,” tegasnya.

Dalam pesannya kepada lebih dari 20.000 guru anggota PGRI di Palembang, Zulinto meminta agar para pendidik tetap kuat dan profesional, tetapi juga tidak pasif saat profesi mereka diremehkan.

Baca Juga:  Wali Kota Ratu Dewa bersama Gubernur HD Hadiri Malam Kenal Pamit Kapolda Sumsel

“Kesabaran itu mulia, tapi diam saat guru dihina bukan kesabaran — itu pembiaran. Dan pembiaran akan melahirkan generasi yang kehilangan rasa hormat,” katanya lantang.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 7 Palembang, Aliyas SPd MM berharap persoalan ini segera berakhir agar kegiatan belajar mengajar [KBM] dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan drama.

“Kejadian ini jelas berdampak pada suasana belajar. Kami berharap semua pihak menahan diri dan mengutamakan kepentingan anak-anak. Dengan dukungan PGRI dan Dinas Pendidikan, kami yakin situasi segera kondusif,” ujarnya.

“Sekolah bukan tempat untuk adu ego. Ini tempat mencetak masa depan bangsa. Kalau semua sibuk merasa benar, siapa yang masih mau mendidik?” pungkasnya.

Menggelitik! Diplomatis perseteruan tersirat nada tegas “Jangan jadikan guru pelampiasan amarah. Dunia pendidikan bukan arena adu gengsi atau tempat menumpahkan emosi pribadi”.

Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Kapolri Gandeng Bank Himbara Salurkan KUR untuk Petani Jagung di Ogan Ilir
Bank Sumsel Babel Perpanjang Pendaftaran Mudik Gratis hingga 8 Maret 2026
Oknum Perwira Narkoba Polda Sumsel Dilaporkan ke Propam
Sah! Tanah SHM 1988/Silaberanti Milik Januar Kwan-Hory Uteh Dipasang Plang
PKB Sumsel Berbagi Santunan dan Makanan Berbuka untuk Lima Panti Asuhan
Bank Sumsel Babel Perkuat Transformasi Digital dengan BSB Mobile
Nasabah Prioritas Bank Sumsel Babel Dapat Diskon 10% Belanja IT dan Elektronik di MDP Store
BNNP bersama Kanwil Bea Cukai Aceh Musnahkan Hampir 60 Kilogram Sabu

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:35 WIB

Kapolri Gandeng Bank Himbara Salurkan KUR untuk Petani Jagung di Ogan Ilir

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:31 WIB

Bank Sumsel Babel Perpanjang Pendaftaran Mudik Gratis hingga 8 Maret 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:58 WIB

Oknum Perwira Narkoba Polda Sumsel Dilaporkan ke Propam

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:10 WIB

Sah! Tanah SHM 1988/Silaberanti Milik Januar Kwan-Hory Uteh Dipasang Plang

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:34 WIB

PKB Sumsel Berbagi Santunan dan Makanan Berbuka untuk Lima Panti Asuhan

Berita Terbaru

Tim hukum dari Kantor Hukum SAKAHIRA Lawfirm melaporkan oknum perwira Unit 3 Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan ke Propam Polda Sumsel, Jumat 6 Maret 2026.

Headlines

Oknum Perwira Narkoba Polda Sumsel Dilaporkan ke Propam

Sabtu, 7 Mar 2026 - 18:58 WIB