Pestaloptiosis Sebabkan Pendapatan Petani Karet di Sumsel Merosot, Amin Tras: Atensi Bersama

- Jurnalis

Kamis, 30 November 2023 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyair dan pengacara kondang M Aminudin SH MH

Penyair dan pengacara kondang M Aminudin SH MH

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Hektaran tanaman karet di beberapa perkebunan Sumatera Selatan tengah dilanda pestaloptiosis [penyakit gugur daun]. Akibatnya pohon-pohon karet terserang penyakit gugur daun hingga tak menghasilkan getah secara maksimal menyebabkan pendapatan petani merosot.

“Bahkan ada empat pabrik pengelolaan latek yang tutup. Hal tersebut berimbas pada sejumlah pekerja kehilangan mata pencaharian,” ungkap Hasnan, petani karet di Kabupaten Musi Banyuasin [Muba], Kamis 30 November 2023.

Menurut dia, para petani di wilayah perkebunan itu sudah berusaha maksimal untuk mengatasi penyakit gugur daun tersebut, namun serangan penyakit itu justru semakin merebak. “Kami sudah berusaha untuk menyelamatkan serangan penyakit gugur daun tersebut, namun semua itu terkesan sia-sia,” ujarnya dengan raut kecemasan.

Ia menjelaskan ke awak media ini l, bahwa penyakit gugur daun sudah menyerang tanaman karet mereka sejak hampir dua tahun terakhir.

Menghadapi kondisi itu, kata Hasnan, para petani sangat resah. Petani ingin ada solusi dengan penjelasan ilmiah dari dinas terkait untuk menanggulangi penyakit itu.

“Namun hingga hari ini belum ada saran, petunjuk, atau masukan ilmiah untuk mengatasi penyakit gugur daun tersebut,” katanya.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Terkait penyakit itu praktisi hukum Muhammad Aminuddin SH MH, mengatakan bahwa Dinas Perkebunan Sumatera Selatan harus memberi pencerahan untuk mengatasi bahanya penyakit gugur daun tersebut.

“Jika tidak ditanggulangi secepatnya, maka penyakit pestaloptiosis ini akan makin merusak tanaman karet dalam kawasan perkebunan yang lebih luas,” sebut Aminuddin kepada media ini, Kamis [30/11/2023]

Sepengetahuan dia, penyakit gugur daun itu telah menyerang sejak akhir tahun 2016.

Bahkan telah menyebar ke beberapa hektare di kawasan perkebunan karet di beberapa kabupaten di Sumatera Selatan.

Dampak penyakit gugur daun tersebut, sebagian besar tanaman karet yang ada tidak menghasilkan getah sama sekali.

“Keadaan ini tentu sangat merisaukan para petani yang ada. Akibatnya pendapatan dari sektor getah karet merosot tajam. Wajar apabila ada beberapa pabrik karet yang tutup karena itu,” ujar Aminuddin yang karib dipanggil Amin Tras tersebut.

Menurut praktisi hukum yang gemar membantu menyelesaikan persoalan hukum bagi rakyat kecil tersebut, pemerintah, dalam hal ini Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, harus menjelaskan penyebab dan jalan ke luarnya.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

“Apabila dalam beberapa waktu berselang belum ada tindak lanjut untuk mengatasi penyakit tanaman gugur daun ini, maka petani karet akan habis dalam kerugian yang sangat besar,” ujar Amin Tras yang akan menduduki kursi DPD RI Jakarta itu, tersenyum.

Amin Tras yang akan tampil ke pelataran nasional di DPD RI itu akan berusaha keras membantu petani karet menyuarakan keresahan mereka akibat gangguan pestaloptiosis.

Jika ia dipercaya sebagai person Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia [DPD RI], Amin Tras akan berkolaborasi dengan masyarakat mengangkat harkat kebutuhan hidup rakyat di Sumatera Selatan, terutama menyelamatkan petani karet dari gangguan penyakit gugur daun.

“Ini yang paling penting. Apalagi persoalan tanaman karet yang pernah memberikan kontribusinya bagi PAD daerah ini, saya akan berjuang keras membicarakannya secara nasional,” ucap Amin Tras yang siap ke DPD RI.

Laporan Anto Narasoma | Editor AbV

Berita Terkait

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB