Pembunuhan Sadis di Kimteng, Keluarga Korban Berharap Pelaku segera Ditangkap

- Jurnalis

Senin, 7 Desember 2020 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istri korban, Msy Nuraini (54) warag Kelurahan Pasar Ukuran Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang melalui penasehat hukumnya, Riski Aprendi SH didampingi Firnanda SH CLA CME angkat bicara dalam release kronologi sesuai dengan kejadian.

Istri korban, Msy Nuraini (54) warag Kelurahan Pasar Ukuran Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang melalui penasehat hukumnya, Riski Aprendi SH didampingi Firnanda SH CLA CME angkat bicara dalam release kronologi sesuai dengan kejadian.

WIDEAZONE.COM, LAHAT — Peristiwa pembunuhan yang terjadi di kebun pinggir jalan lintas sumatera antara Desa Tanjung Aur dan Desa Sungai Laru Kecamatan Kikim Tengah (Kimteng) sempat heboh pemberitaannya di media online pada dua hari lalu.

Istri korban, Msy Nuraini (54) warag Kelurahan Pasar Ukuran Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang melalui penasehat hukumnya, Riski Aprendi SH didampingi Firnanda SH CLA CME angkat bicara dalam release kronologi sesuai dengan kejadian.

Tragis!! Suami Meregang Nyawa, Istri Alami 3 Luka Tusuk
Tragis!! Suami Meregang Nyawa, Istri Alami 3 Luka Tusuk

Diungkapkan Riski, pada Jumat 4 Desember 2020 sekira pukul 08.30 WIB, korban bersama istrinya hendak pergi ke Palembang tapi mampir dulu di kebunnya yang berada di desa Sungai Laru Kecamatan Kimteng. “Sebab ada pekerja di kebun. Sewaktu maghrib pada 3 Desember 2020, korban sempat menerima telepon dari pelaku yang bercerita terkait masalah upah bayaran kerja, maka itu korban mampir ke kebun,” ungkap penasehat hukum dalam rilisnya kepada Wideazone.com dan Zoom Post, Minggu (6/12/2020).

Setibanya di kebun, korban menemui pelaku, yakni Yohanes alias Anas dan terlihat juga dua orang yang tak dikenal oleh istri korban. “Posisi korban dan istrinya serta pelaku sangatlah dekat lalu bincang seputar sejauh mana hasil kerja pelaku di kebunnya,” ujarnya.

Selanjutnya terkait biaya upah bayaran, pelaku meminta upah Rp2 juta lagi tetapi pada saat itu korban hanya membawa uang Rp1 juta di dalam dompetnya.”Lalu korban meminta kepada istrinya mengambil uang Rp1 juta lagi di dalam mobil, akan tetapi korban menanyakan dulu hasil kerja pelaku yang belum 100 persen bahkan 50 persen pun belum selesai,” jelas Riski dalam keterangan rilisnya.

Baca Juga:  Uji Coba CFD-CFN Palembang Sukses, Warga Antusias Dorong Geliat UMKM

Kemudian, pelaku menjawab pernyataan korban dengan ucapan “Kamu ni dak percayo nian samo aku” dijawab korban “Aku Percayo”, namun, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam berbentuk seperti Celurit Kecil.

“Melihat ulah pelaku, korban sempat meminta maaf kepada pelaku dengan ucapan maaf maaf berulang kali yo aku bayar upahnyo sekarang tunggu duitnyo ado di mobil,” paparnya.

Sadisnya pelaku tak menggubris ucapan maaf korban, malah langsung menikam ke bagian perut korban dengan membabi buta, hingga usus korban keluar dan besimbah darah. “Istri korbanpun ikut ditusuk oleh pelaku dan korban terus bilang “minta maaf aku bayar tunggu” dan istri korban berupaya untuk mengambil uang ke mobil sambil berteriak “papa papa lari pa”, hingga korban terjatuh lagi di dekat mobilnya,” kata penasehat hukum Istri korban.

Terlihat pelaku melarikan diri menaik sebuah mobil dengan cara menghadangnya dan mobil tersebut berhenti lalu pelaku menaik mobil itu lalu pergi.

Istri korban berupaya meminta pertolongan orang yang melintas untuk menolong korban, sampai beberapa kali menyetopi mobil tetapi tidak ada yang berhenti. Sampai akhirnya ada 2 mobil angkutan umum ranjang dan satu pakai sepeda motor yang berhenti untuk menolong istri korban.

“Korban dinaikan mobil inova dibantu oleh orang melintas tersebut dibawa langsung menuju Puskesmas terdekat, sesampai di Puskesmas korban sempat ditangani medis sebentar sekira 10 menit lamanya dan pada akhirnya nyawanya tidak dapat tertolongkan dan meninggal dunia,” tuturnya.

Baca Juga:  PUPR Palembang Geber Perbaikan 170 Ruas Jalan, "Jamu" 2026 Prioritas

Sementara, istri korban mengalami luka dua tusukan di bagian perut dijahit oleh perawat Puskesmas pada saat bersamaan dengan penanganan korban sebelum meninggal dunia.

Di akhir rilis, Rendi menerangkan sebenarnya permasalahan pelaku selalu meminta uang bayaran terus akan tetapi pekerjaan belum 50 ataupun 100 persen selesai, beberapa hari sebelumnya korban telah memberikan uang Rp2,5 juta untuk upah tersebut. “Ditambah lagi pada tanggal 3 Desember 2020 pukul 08:30 Wib itu pelaku meminta dibayarkan uang Rp2 juta lagi, tetapi korban baru membawa uang Rp1 juta di dalam dompetnya, dan menyuruh isrtrinya untuk mengambil uang Rp1 juta lagi ke dalam mobil,” terangnya.

Tetapi pelaku lebih dahulu mengeluarkan sajam bentuk celurit lalu menikam atau menusuk korban dengan membabi buta kebagian perut dan lengan tangan sebelah kiri. “Sedangkan istri korban terkena tusukan sebanyak dua kali dan cukup dalam, saat ini istri korban pun belum bisa berdiri baru bisa duduk,” kata Rendi.

Kami berharap atas kejadian ini, pihak jajaran kepolisian terkhusus Polsek Kikim tengah dan Polres lahat bersikap cepat dan gesit terhadap penangkapan atau mencari pelaku.

“Ditakutkan peristiwa serupa terulang. Karena tabiat pelaku yang arogansi dan tak bermoral,” harap Rendi selalu Kuasa Hukum Korban.

Laporan Agustin – Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Paripurna IV DPRD PALI: Jawaban Bupati atas Pandangan Fraksi-fraksi Soal LKPJ
Dukung Palembang Go Green, PT VGreen Minati Investasi 120 SPKLU
Respon Ratu Dewa, Evaluasi CFN-CFD, Kritik Warga Jadi Bahan Perbaikan
Pengurus IKADI Palembang 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Dakwah Moderat
Uji Coba CFD-CFN Palembang Sukses, Warga Antusias Dorong Geliat UMKM
Polsek IB 1 Palembang Resmi Dilaporkan ke Propam Mabes Polri Soal Perkara ini…
Gubernur Herman Deru Resmikan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B, Target Rampung 180 Hari
PUPR Palembang Geber Perbaikan 170 Ruas Jalan, “Jamu” 2026 Prioritas

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 20:35 WIB

Paripurna IV DPRD PALI: Jawaban Bupati atas Pandangan Fraksi-fraksi Soal LKPJ

Senin, 13 April 2026 - 16:20 WIB

Dukung Palembang Go Green, PT VGreen Minati Investasi 120 SPKLU

Senin, 13 April 2026 - 16:07 WIB

Respon Ratu Dewa, Evaluasi CFN-CFD, Kritik Warga Jadi Bahan Perbaikan

Senin, 13 April 2026 - 15:23 WIB

Pengurus IKADI Palembang 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Dakwah Moderat

Minggu, 12 April 2026 - 12:09 WIB

Uji Coba CFD-CFN Palembang Sukses, Warga Antusias Dorong Geliat UMKM

Berita Terbaru