Meski Harimau Tertangkap, Warga Masih Dicekam Ketakutan

- Jurnalis

Sabtu, 8 Februari 2020 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERTANGKAPNYA harimau Sumatera di Desa Pelakat Kecamatan Semendo Dara Ulu Kebupaten Muaraenim, masih dirisaukan masyarakat setempat.

TERTANGKAPNYA harimau Sumatera di Desa Pelakat Kecamatan Semendo Dara Ulu Kebupaten Muaraenim, masih dirisaukan masyarakat setempat.

TERTANGKAPNYA harimau Sumatera di Desa Pelakat Kecamatan Semendo Dara Ulu Kebupaten Muaraenim, masih dirisaukan masyarakat setempat.

WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Masyarakat Semendo hingga saat ini masih menunggu kepastian dari pemerintah, apakah harimau yang tertangkap beberapa pekan lalu itu merupakan hewan buas yang telah melahap enam warga atau bukan.

Sebab bayangan maut dari wara-wirinya kucing besar tersebut, hingga kini masih tetap menghantui masyarakat.

Terkait soal itulah masyarakat Muaraenim, Lahat, Semendo dan Empat Lawang tetap mewaspadai munculnya ancaman maut dari harimau-harimau yang telah menerkam dan membunuh manusia.

Menurut Herman (45), pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) harus menjelaskan tentang kabar harimau tersebut.

Kami perlu penjelasan tentang harimau yang tertangkap itu. Apakah harimau itu dari jenis harimau Sumatera atau Benggala? Apakah harimau-harimau yang ke luar dari habitatnya itu masih berseliweran atau tidak lagi. Kami perlu penjelasan pasti dari BKSDA,” ujar Herman ke pada Wideazone.com dan Zoom Post, Sabtu (8/2/2020).

Peristiwa penerkaman terhadap enam warga, kata Herman, sangat memukul perasaan sehingga memunculkan ketakutan dan kekhawatiran. “Terus terang saja, kami masih dibayang-bayangi perasaan takut dan cemas terhadap kehadiran harimau-harimau itu,” katanya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Sebagai petani, tukas Herman, mereka selalu dicekam perasaan takut ketika beraktifitas di kebun. Maka Herman meminta agar BKSDA dapat menjelaskan apakah situasinya sudah benar-benar aman atau masih ada harimau yang diam-diam mencari mangsa.

Harimau yang tertangkap
Harimau yang tertangkap

Sementara di lokasi yang sama, Mamat (53), seorang tokoh masyarakat, meminta pemerintah agar segera memberikan penyuluhan untuk mengembalikan kepercayaan diri warga.

Menurut dia, pemerintah jangan hanya menakut-nakuti warga dengan undang-undang satwa. Sebab sikap seperti itu berimbas ke pada aktivitas warga yang begitu terganggu.

“Jujur saja, hingga saat ini masih dicekam kekhawatiran. Terutama ketika mengingat kejadian adanya enam warga yang tewas dilahap harimau-harimau itu,” kata Mamat.

Karena itu, katanya, pemerintah harus menjelaskan secara terbuka tentang undang-undang satwa terkait perlindungan satwa. “Ketemu dengan harimau di hutan sudah membuat kami takut, ditambah dengan undang-undang yang menakutkan kami,” tegasnya.

Ia memastikan, jika pemerintah memberikan penyuluhan tentang undang-undang terlindungan satwa, masyarakat pasti akan ikut menjaganya.

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Mamat juga menyatakan dukungan masyarakat terhadap adanya pembalakan liar. Terutama jika KPH dan polisi kehutanan melakukan tindakan tegas terhadap para pembalak dari pihak perusahaan yang melanggar aturan.

Menurut Herman dan Mamat, demi menjaga kelangsungan dan keseimbangan ekositem, masyarakat akan ikut menjaga lingkungan agar tidak terjadi lagi adanya harimau yang ke luar dari habitatnya, serta peristiwa bencana alam, banjir dan tanah longsor. (*)

Laporan Alamsyah
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:22 WIB

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…

Berita Terbaru