Meski Dijatuhi Sanksi, Iran Tetap Maju dengan Insinyur Terbanyak

- Jurnalis

Rabu, 25 Desember 2019 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustarsi Peta Negara Iran

Ilustarsi Peta Negara Iran

MESKI sebagai negara Islam selalu djatuhi sanksi dan embargo selama bertahun-tahun, namun Iran tetap tegar dengan menempati peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah insinyur terbanyak.

“Jika negara-negara Islam bisa bergerak secara independen dan berdiri di atas kaki sendiri, mereka tidak diperlalukan secara hina,” ujar Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad, di akhir konferensi para pemimpin negara Islam di Kuala Lumpur.

PM Malaysia Mahathir Muhammad (photo istimewa)
PM Malaysia Mahathir Muhammad (photo istimewa)

Dalam sanjungan ke pada Republik Islam Iran, Mahathir mengatakan, indepensinya mampu mengangkat negeri itu sebagai negara keempat dengan jumlah insinyur terbanyak.

Qatar pun menghadapi embargo. Namun seperti juga Iran, Qatar mampu mengembangkan dirinya secara menakjubkan. “Meskipun begitu, sanksi diberlakukan tak hanya sebatas Iran dan Qatar saja,” katanya.

Baca Juga:  Rehab Ruang Kerja Wawako Palembang Telan Anggaran Rp1,7 Miliar, ASJ Singgung Kinerja

Maka terkait masalah itu, dalam kondisi dunia seperti sekarang, Malaysia dan negara-negara lain (Islam) bisa saja menjadi sasaran sanksi.

Karena itu Mahathir menekankan agar negara Islam harus mandiri. Jika menghadapi sanksi negara Islam akan maju seperti halnya Iran dan Qatar.

Mahathir juga menanggapi isu yang digulirkan sejumlah negara sejumlah negara yang “memboikot” Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kuala Lumpur. Namun tanpa menyebutkan Arab Saudi, Mahathir menegaskan bahwa KTT Kuala Lumpur tak akan menyaingi OKI atau organisasi sejenis.

“KTT ini bertujuan untuk mencari solusi dan menyusun program untuk membantu umat Islam,” kata Mahathir.

Keinginan ini harus bisa diwujudkan. Selain harus bersikap teguh di jalan ini, katanya, KTT Malaysia berusaha menyelamatkan diri dan umat Islam.

Baca Juga:  PKB Sumsel Berbagi Santunan dan Makanan Berbuka untuk Lima Panti Asuhan

“Semoga setelah melihat tujuan kami untuk menyatukan umat Islam, juga untuk menelurkan kemajuan dengan menggunakan teknologi strategis dan modern,” tandasnya. (*)

Laporan Abror Vandozer/rel
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional
Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok
KAMPB Sumsel Desak Wali Kota Palembang Evaluasi dan Copot Kadisdik
Dugaan Penyimpangan Dana Yayasan Tahfidz Nurul Quran Dilaporkan ke Kejaksaan
Sengketa Lahan Sungai Gerong Memanas! Pemkab Banyuasin Siapkan Gugatan Perdata
Petani di Banyuasin Nyaris Dibunuh Brutal, Kepala Dibacok hingga Dihantam Linggis
Sisa Enam Dapur SPPG di Ogan Ilir Belum Kantongi SLHS: Satu “Takut” Beroperasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Minggu, 26 April 2026 - 20:26 WIB

PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Kamis, 16 April 2026 - 16:08 WIB

Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:36 WIB

KAMPB Sumsel Desak Wali Kota Palembang Evaluasi dan Copot Kadisdik

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:09 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Yayasan Tahfidz Nurul Quran Dilaporkan ke Kejaksaan

Berita Terbaru