WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Rekomendasi penyesuaian kelas hasil review rumah sakit terhitung sejak Oktober 2018 , Kemenkes RI telah mengeluakan surat edaran bagi seluruh Rumah Sakit harus mempebaharui (update) data Aplikasi Sarana Prasarana Alat Kesehatan (ASPAK) dan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) secara online.
Permasalahan tersebut mendapat sorotan diberbagai kalangan masyarakat, tak luput menjadi perhatian serius dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.
Ditemui disela-sela kesibukan aktivitasnya, Kepala Dinkes Sumsel, Dra Lesty Nurainy Apt MKes melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Widya Anggraini mengatakan, “ rekomendasi penyesuaian rumah sakit tersebut bukanlah penurunan namun terdapat data belum terlengkapi, dari data yang diupload terdapat data terlewatkan, Kemenkes RI dalam hal ini memberikan waktu sanggahan 28 hari untuk rumah sakit merevisi data secara online dan melampirkan bukti fisik dari ketidaksesuaian, “ ungkapnya di ruang kerja Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Senin (5/8/2019).
Lanjut Widya, untuk memasukkan data harus dilakukan oleh masing-masing rumah sakit, bukan dari Dinkes, rumah sakit harus selalu mengupdate aplikasi online secara spesifik baik mengenai sarana, prasarana dan SDM, tuturnya.
“Kemarin, diumumkan pada 4 Juli sampai 12 Agustus untuk terakhir masa sanggahan rumah sakit yang keberatan maupun tidak keberatan dengan mengirimkan data melalui formulir. Kalau merasa keberatan, pihak rumah sakit harus menyertakan bukti apa yang tidak sesuai untuk langsung di kirim Dirjen Yankes RI untuk dianalisa ulang,” ujarnya
Dijelaskan, khusus ASPAK secara detail menyangkut sarana dan prasarana terkait dengan klarifikasi dan perizinan Rumah Sakit. Diatur dalam Permenkes RI nomor 56 tahun 2014 untuk rumah sakit tipe A,B,C,D. Sedangkan tipe khusus diatur dalam Permenkes No 40 tahun 2018.
Dalam Kemenkes RI sudah jelas alat apa yang ada di tiap ruangan sesuai kelas masing-masing. Masalahnya, Alkes datanya lebih diisi secara detail, namun kemungkinan saat mengisi data tersebut ada terlewatkan.
Sementara itu, Widya menyampaikan imbauan dari Kadinkes, “bagi setiap rumah sakit harus memiliki SDM yang miliki kemampuan administrasi di bidang IT untuk menghindari kesalahan dari pengimputan data pada system, “pungkasnya. (Abror vandozer)



![Video anggota DPRD Banyuasin berinisial SY dari Fraksi Gerindra yang terlihat merokok saat Rapat Dengar Pendapat [RDP] berlangsung viral di media sosial.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260826-WA0021-225x129.jpg)

![Kantor Pusat Perumda Tirta Musi Palembang. [Gambar: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260811-WA0009-225x129.jpg)


![Wamenkes dr Benjamin Paulus Octavianus bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat memberikan keterangan pers usai sosialisasi program pemberantasan tuberculosis [TB] di Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada Senin 24 Agustus 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260824-WA0018-225x129.jpg)
![Video anggota DPRD Banyuasin berinisial SY dari Fraksi Gerindra yang terlihat merokok saat Rapat Dengar Pendapat [RDP] berlangsung viral di media sosial.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260826-WA0021-129x85.jpg)

![Kantor Pusat Perumda Tirta Musi Palembang. [Gambar: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260811-WA0009-129x85.jpg)




![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)


