Upaya lainnya yaitu dengan memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dipimpin perempuan dan memiliki program pengarusutamaan gender; mengembangkan program “care economy”, termasuk komitmen dalam pemberian cuti pengasuhan bagi perempuan dan laki-laki.
“Kami juga memberikan perhatian terhadap upaya pengarusutamaan gender, isu perubahan iklim, dan permasalahan lingkungan, yang banyak berdampak pada perempuan. Permasalahan ini pun sangat berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutur dia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keluarga dan Kesetaraan Kesempatan Republik Italia, Elena Bonetti menyatakan bahwa penyelenggaraan pertemuan ini dikarenakan adanya kebutuhan untuk mengembangkan respon yang terkoordinir diantara Negara anggota G20 untuk menghadapi tantangan global dalam meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan perempuan seiring dengan adanya kebutuhan untuk merespon dampak negatif pandemi COVID-19.
Krisis yang berkelanjutan telah memberikan dampak sosio ekonomi terhadap perempuan, terutama di sektor ekonomi seperti industri pariwisata dan layanan yang sering dikategorikan sebagai sektor informal yang didominasi oleh perempuan. Presidensi Italia pada G20 difokuskan untuk upaya peningkatan pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), bertujuan untuk menyatukan berbagai kesempatan untuk perubahan yang lebih positif.



















