Masyarakat Muara Maung Tutup Akses Jalan Tambang

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2020 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan masyarakat desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan melakukan aksi demo, penyegelan sekitar lokasi tambang dan penutupan akses jalan menuju area tambang batu bara, Kamis (23/07/2020).

Puluhan masyarakat desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan melakukan aksi demo, penyegelan sekitar lokasi tambang dan penutupan akses jalan menuju area tambang batu bara, Kamis (23/07/2020).

WIDEAZONE.COM, LAHAT — Puluhan masyarakat desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan melakukan aksi demo, penyegelan dan penutupan akses jalan menuju area tambang batu bara, Kamis (23/07/2020).

Koordinator Aksi (Korak) masyarakat desa Muara Maung, Syahwan mengatakan, aksi yang kami lakukan ini terkait adanya dugaan pencemaran limbah di sungai Kungkilan dari perusahaan tambang PT Bara Alam Utama (BAU), PT Muara Alam Sejahtera (MAS), dan PT Bara Merapi Energi.

“Terjadinya kerusakan sungai Kungkilan dan terpuruknya perekonomian masyarakat, hingga saat ini belum ada penyelesaian. Pada akhirnya, warga melakukan penyegelan lokasi sekitar tambang,” kata Syahwan saat dijumpai wideazone.com dan zoom post.

Terkait persoalan ini, Syahwan mengungkapkan, pihak perusahaan belum memberikan kompensasi terhadap kerusakan lahan warga yang berjumlah 100 bidang milik 46 warga desa Muara Maung.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

“Saya bersama warga berjuang dan menuntut hak kami yang belum dibayar oleh pihak perusahaan. Kebun warga banyak mengalami kerusakan akibat dari pencemaran lingkungan dari perusahaan tambang,” ungkapnya.

Masih dikatakan Syahwan, kerusakan lahan dan kebun diakibatkan adanya pertambangan, alhasil tanaman yang berada di kebun seperti duku, mangga, karet dan beberapa tanaman milik 46 warga harus tertimbun lumpur.

“Makanya hari ini warga menutup akses jalan menuju tambang PT MAS dan PT BAU,” urainya.

Syahwan menuturkan, sebelum ada penyelesaian dengan warga, kita akan tetap menutup akses jalan menuju lokasi tambang PT BAU dan PT MAS.

“Sudah delapan (8) bulan belum ada kejelasan dari pihak perusahaan yang janjinya akan membayar kompensasi terhadap 100 bidang milik 46 warga,” tuturnya dengan nada kesal.

Baca Juga:  Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Pantauan awak media ini, pihak aparat dari TNI-Polri tengah berjaga jaga di lokasi aksi penutupan akses jalan.

Ia pun menambahkan, sebelumnya pernah ada pertemuan di Polsek Merapi yang dihadiri perwakilan warga dan dari pihak perusahaan PT BAU, PT MAS, dan PT KKA yang difasilitasi Camat Merapi Barat Sumarno.

“Dari hasil pertemuan, pihak perusahaan sudah memberikan kompensasi dan warga juga sudah ada yang menerima namun sebagian belum menerima dan pemberian pun tidak sesuai dengan apa yang diinginkan sebab tidak sesuai dengan kerusakan yang dialami warga,” tukasnya.

Laporan Bambang MD

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat
Asap Ancam Warga, NasDem Sumsel Buka Posko ISPA Gratis hingga Sebar 40 Ribu Masker Plus Air Mineral‎

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Selasa, 8 September 2026 - 12:32 WIB

Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

Selasa, 8 September 2026 - 10:09 WIB

MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB