Koordinator Aksi (Korak) masyarakat desa Muara Maung, Syahwan mengatakan, aksi yang kami lakukan ini terkait adanya dugaan pencemaran limbah di sungai Kungkilan dari perusahaan tambang PT Bara Alam Utama (BAU), PT Muara Alam Sejahtera (MAS), dan PT Bara Merapi Energi.
“Terjadinya kerusakan sungai Kungkilan dan terpuruknya perekonomian masyarakat, hingga saat ini belum ada penyelesaian. Pada akhirnya, warga melakukan penyegelan lokasi sekitar tambang,” kata Syahwan saat dijumpai wideazone.com dan zoom post.
Terkait persoalan ini, Syahwan mengungkapkan, pihak perusahaan belum memberikan kompensasi terhadap kerusakan lahan warga yang berjumlah 100 bidang milik 46 warga desa Muara Maung.
“Saya bersama warga berjuang dan menuntut hak kami yang belum dibayar oleh pihak perusahaan. Kebun warga banyak mengalami kerusakan akibat dari pencemaran lingkungan dari perusahaan tambang,” ungkapnya.
Masih dikatakan Syahwan, kerusakan lahan dan kebun diakibatkan adanya pertambangan, alhasil tanaman yang berada di kebun seperti duku, mangga, karet dan beberapa tanaman milik 46 warga harus tertimbun lumpur.
“Makanya hari ini warga menutup akses jalan menuju tambang PT MAS dan PT BAU,” urainya.
Syahwan menuturkan, sebelum ada penyelesaian dengan warga, kita akan tetap menutup akses jalan menuju lokasi tambang PT BAU dan PT MAS.
“Sudah delapan (8) bulan belum ada kejelasan dari pihak perusahaan yang janjinya akan membayar kompensasi terhadap 100 bidang milik 46 warga,” tuturnya dengan nada kesal.
Pantauan awak media ini, pihak aparat dari TNI-Polri tengah berjaga jaga di lokasi aksi penutupan akses jalan.
Ia pun menambahkan, sebelumnya pernah ada pertemuan di Polsek Merapi yang dihadiri perwakilan warga dan dari pihak perusahaan PT BAU, PT MAS, dan PT KKA yang difasilitasi Camat Merapi Barat Sumarno.
“Dari hasil pertemuan, pihak perusahaan sudah memberikan kompensasi dan warga juga sudah ada yang menerima namun sebagian belum menerima dan pemberian pun tidak sesuai dengan apa yang diinginkan sebab tidak sesuai dengan kerusakan yang dialami warga,” tukasnya.
Laporan Bambang MD
Editor Abror Vandozer








![Penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat, Martindar Jalu Respati (kedua dari kanan) mewakili General Manager PLN UID Jabar dengan BDx Indonesia yang diwakili CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya (ketiga dari kiri) disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (ketiga dari kanan) didampingi EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati (kedua dari kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni [kanan], dan EVP Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Widyo Anggoro Putro [kiri] di Kantor PLN Pusat, Selasa [19/5]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260602-WA0036_copy_1003x578-225x129.jpg)









![Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel] Dr H Herman Deru saat memberikan sambutan dalam pembekalan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama [PD-PKPNU] Angkatan II yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama [PWNU] Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat 29 Mei 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260529-WA0037_copy_1223x770-360x200.jpg)
