Masih Dipertimbangkan, Soal Modal Simpan Pinjam dari Bank Mandiri

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2019 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Koperasi Primer TKBM Boom Baru Palembang, Muhammad Unif AS

Ketua Koperasi Primer TKBM Boom Baru Palembang, Muhammad Unif AS

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Ketua Primer Koperasi TKBM Boom Baru Palembang, Muhammad Unif AS, mengatakan bukan menolak modal simpan pinjam dari Bank Mandiri.

“Yang kita tandatangani itu prinsip kerjasama antarkedua lembaga. Soal peminjaman modal belum kita bicarakan. Apalagi koperasi kita selama ini belum melayani program simpan pinjam untuk anggota,” ujar Unif ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, di ruang kerjanya, Kamis (19/12/2019).

Bagi Unif, program simpan pinjam dalam koperasi yang dipimpinnya memang bagus. Namun ia belum merencanakan program itu dalam waktu dekat.

Sebab, katanya, anggota Primer Koperasi TKBM Boom Baru Palembang terdiri dari pekerja bongkar muat di pelabuhan. “Sebenarnya, jika di koperasi yang saya pimpin ini ada progres simpan pinjam untuk anggota, tentunya sangat baik,” kata Unif.

Bisa jadi nasib anggota Koperasi TKBM akan lebih baik. Sebab uang yang dipinjam dari bank itu dapat berkembang dan membahagiakan anggota.

Baca Juga:  Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Menurut Umif, pinjaman itu tak hanya diberikan berupa uang saja, namun dalam pembicaraan dengan pihak Bank Mandiri, pemohon bisa meminjam untuk pembelian mobil atau motor.

“Dalam proses awal peminjaman uang tersebut, tentu saja kita harus memberikan surat rekomendasi ke Bank Mandiri,” tukas Unif.

Dari surat rekomendasi itulah pencairan uangnya bisa dikucurkan ke anggota Koperasi TKBM Boom Baru Palembang. “Ini tidak sulit. Dan, saya senang apabila anggota Koperasi TKBM hidupnya lebih baik dari sekarang,” katanya.

Namun yang menjadi pertimbangan, kata Unif, anggota TKBM ini memiliki karakter yang kadang-kadang keras. Apabila menghadapi masalah ini, harus ada cara yang tepat untuk mengatasi orang-orang yang berkarakter keras seperti itu. Apabila tidak diupayakan, katanya, sebagai pengurus akan mengalami kesulitan.

Terkait simpan pinjam dari Bank Mandiri itu, katanya, apabila jadi dilakukan, keadaannya sulit dilakukan karena karakter anggota. “Masih enak kalau yang meminjam itu berkarakter penurut, kita tidak kesulitan. Tapi jika yang meminjam itu memiliki karakter tidak peduli dan seenaknya saja, maka inliah yang kita khawatirkan. Apalagi sebelumnya kita telah memberikan surat rekomendasi untuk pinjaman ke Bank Mandiri,” katanya.

Kartu Anggota
Sementara itu, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan kartu anggota Koperasi TKBM. Sebab kartu tersebut sangat penting dimiliki anggota. Apabila pekerja Koperasi TKBM itu tidak menggunakan kaetu tersebut, kata Unit, mereka tidak diperkenan memasuki kawasan pelabuhan.

Baca Juga:  BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

“Di pos penjagaan pintu masuk wilayah pelabuhan itu dijaga polisi perairan, angkatan laut serta petugas skuriti. Dengan ketatnya penjagaan itu, mereka pasti tak dapat masuk ke kawasan pelabuhan,” katanya.

Karena itu kartu keanggotaan Koperasi TKBM itu sangat penting untuk mereka bekerja. Terkait kepentingan itulah pencetakannya harus dipercepat. “Paling tidak semua kartu itu harus selesai bulan Desember ini,” kata Unif. (abror vandozer/anto narasoma)

Berita Terkait

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo
BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎
PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Senin, 14 September 2026 - 11:42 WIB

Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎

Sabtu, 5 September 2026 - 06:37 WIB

PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB