KTP Ketinggalan, Fitri Balik ke Rumah

- Jurnalis

Senin, 28 Maret 2022 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat inpeksi mendadak [sidak] di kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil [UPTD Disdukcapil] di Kecamatan Ilir Barat [IB] 2 Palembang, Senin [28/3/2022].

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat inpeksi mendadak [sidak] di kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil [UPTD Disdukcapil] di Kecamatan Ilir Barat [IB] 2 Palembang, Senin [28/3/2022].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Membawa identitas diri Kartu Tanda Penduduk [KTP] saat berada di luar rumah sudah menjadi keharusan.

Tanpa identitas tentunya akan berdampak pada aktivitas seseorang yang akan terganggu.

Hal tersebut pernah dialami Wakil Walikota Palembang Fitri anti Agustinda. “Kalau ketinggalan KTP, saya pulang lagi,” ungkap Fitri saat inpeksi mendadak [sidak] di kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil [UPTD Disdukcapil] di Kecamatan Ilir Barat [IB] 2 Palembang, Senin [28/3/2022].

Menurutnya, KTP wajib dimiliki seluruh warga Palembang yang sudah memasuki usia wajib, tentunya keharusan memiliki identitas diri ini. Warga harus melaporkan diri ke dinas terkait, yakni Disdukcapil.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

“Petugas harus aktif, kalau sudah memenuhi syarat dan KTP nya sudah selesai petugas harus mendistribusikannya ke pihak kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.

Menurutnya limit waktu penyelesaian KTP tidak butuh waktu lama, berkisaran 3 hingga 7 hari. “Ini masih ada KTP yang menumpuk belum didistribusikan,” ujarnya.

Nah, belum lagi satu UPTD harus melayani dua kecamatan, tentunya, kata Fitri akan menghambat pelayanan. “Ternyata dari Dukcapil IB I membagikan KTP ke Kecamatan IB II satu bulan sekali,” kata Fitri
 
Sementara itu, Camat IB II Hambali Zen juga mengaku mengalami keterlambatan dalam membagi KTP warganya, lantaran UPTD masih bergabung dengan IB I.
 
“UPTD IB I bukan IB I saja, namun IB II juga ikut bergabung ke UPTD IB I,” terangnya.

Baca Juga:  Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Ia berharap guna mempercepat pelayanan administrasi masyarakat, UPTD harus ada di setiap kecamatan.

“Kalo setiap Kecamatan ada UPTD-nya, tentu pelayanan untuk masyarakat bisa cepat,” pungkasnya. [why/ml]
 

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB