WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pasar Cinde masuk sebagai satu bangunan cagar budaya tingkat kota berdasarkan Surat Ketetapan (SK) Walikota Palembang Nomor 179a/KPTS/DISBUD/2017 tanggal 31 Maret 2017 dan terdaftar dalam Objek Registrasi Nasional Cagar Budaya dengan Nomor ID Pendaftaran Objek PO2016063000005 tanggal 30 Juni 2016.
Dampak pembongkaran Pasar Cinde Palembang, para pedagang terhumbalang ke sana-sini. Akibat dihancurkannya lapak dan los tempat dagang mereka, dampaknya sangat merusak mata pencarian para pedagang, sehingga kehidupan mereka menjadi porak-poranda. Akibat kehancuran mata pencarian mereka membuat para pedagang menangis.

Menurut Iwan (58), sejak dibongkar dengan alasan untuk dibangun kembali, hingga saat ini masih terbengkalai. Padahal sejak ‘dihancurkannya’ pasar tradisional yang notabene merupakan produk cagar budaya itu, hingga saat ini dalam kondisi berantakan.
“Akibat pembongkaran yang katanya mau dibangun lebih baik oleh pemerintah itu, membuat beberapa pedagang manjadi pailit dan mengalami kerugian. Kami minta kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib rakyat kecil seperti kami ini,” kata Iwan dengan wajah sedih.
Iwan mengatakan, sejak dibongkar habis pemilik toko mas pasar di Pasar Cinde mengalami kerugian hingga 85 persen dibanding sebelumnya. “Sudah banyak makan modal Pak. Penurunan nilai jual kami hingga 85 persen merugi. Bukan cuma toko kami ini bae, toko yang lain jugo sudah banyak yang gulung tiker keno rugi besak,” ujar Iwan kepada Wideazone.com, Rabu (27/2/2019).
Sejak pembongkaran hingga saat ini, katanya, ada 30 persen pedagang yang gulung tikar. Tokonya saat ini sudah tutup karena rugi besar,”katanya mengunakan bahasa Palembang. Iwan menjelaskan,ada sekitar 700 petak di Pasar Cinde. 30 persen dari jumlah pedagang sebagian sudah gulung tikar karena merugi akibat adanya perbaikan dipasar ini. “Bahkan tak ada pembeli, Pak,” ujarnya.
“Kami cuma bisa berharap agar para pelanggan lama untuk tetap bertahan. Kondisi Pasar Cinde semakin semerawut. Pedagang sayur berjualan dekat pedagang sepatu. Bahkan pedagang ikan menjual dagangannya di luar pasar. Ini takmasuk akal,” tegasnya.
Sementara itu sejumlah masyarakat menyayangkan atas pembongkaran pasar itu. Selain telah menghancurkan mata pencarian para pedagang, renovasi yang dilakukan nanti, dikhawatirkan tidak sesuai dengan konsep renovasi pasar berstatus cagar budaya. Artinya nilai-nilai cagar budaya yang melekat dengan pasar itu akan sirna. (anto narasoma)



![Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa [DPP PKB] resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara [KSB] definitif Dewan Pengurus Cabang [DPC] PKB se-Sumatera Selatan untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut diumumkan langsung Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui rapat virtual pada Kamis 11 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260612-WA0000-225x129.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-225x129.jpg)

![Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa [DPP PKB] resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara [KSB] definitif Dewan Pengurus Cabang [DPC] PKB se-Sumatera Selatan untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut diumumkan langsung Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui rapat virtual pada Kamis 11 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260612-WA0000-129x85.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-129x85.jpg)





