Kepsek di Palembang Resah, Kadisdik: Dipelajari Dulu, Sekda Instruksikan Inspektorat, Ketua PGRI Sumsel: Jangan Dipaksakan

- Jurnalis

Jumat, 16 Desember 2022 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto; ilustrasi

foto; ilustrasi

Ketua PGRI Sumsel: Jangan Ada Paksaan, Diskusikan!! 

Di sisi lain, Ketua PGRI Sumsel, H Ahmad Zulinto SPd MM berharap apabila terdapat kebijakan kebijakan dalam penarikan dana [uang] ke pada setiap Kepsek harus penuh pertimbangan yang matang. 

Zulunto menuturkan kalo memang HUT Guru tidak dianggarkan dan memang tidak ada keharusan untuk memakai baju atau pun kaos, saya rasa tidak perlu. Kecuali ada anggaran, tidak usah ada euforia menyikapinya. Sebaiknya selesaikan saja. 

Baca Juga:  Ironi Efisiensi di Ogan Ilir: Sewa Ratusan Mobil untuk Operasional Pejabat

Aspirasi kepsek kita tampung, berkali kali HUT PGRI/Guru tidak harus mewajibkan hal seperti itu, kalo kepsek secara individu ingin merayakan HUT tersebut silakan jangan sampai ada paksaan. Jangan dibebankan! .

“Jika adanya pembebanan terhadap individu kepsek tentunya itu tidak boleh,” ujarnya.

Menurut keterangan Kepsek tersebut, kata Eks Kadisdik Palembang ini, persoalan spanduk pasca HUT Guru harus diambil seandainya tak diambil dimasukan catatan, hal ini tentu tidak dibenarkan. Itu bukan bentuk keharusan.

Baca Juga:  81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran...

Dalam pembicaraan dengan Kadisdik, sambung Zulinto, sebenarnya beliau [Kadisdik] tidak mengetahui permasalahan tersebut. Jadi, Mudah-mudahan ke depan tidak terulang lagi. 

Dirinya mengimbau semua yang harus dilakukan harusnya didiskusikan terlebih dahulu, tidak ada saling paksa, namun harus bijak. “Bila hal tersebut tidak wajar jangan dilakukan. Kepsek juga harus berani berbicara ketika tidak sanggup dengan kebijakan itu,” imbaunya. 

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB