Kepsek di Palembang Resah, Kadisdik: Dipelajari Dulu, Sekda Instruksikan Inspektorat, Ketua PGRI Sumsel: Jangan Dipaksakan

- Jurnalis

Jumat, 16 Desember 2022 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto; ilustrasi

foto; ilustrasi

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kebijakan Dinas Pendidikan [Disdik] Kota Palembang dalam mewajibkan setiap kepala sekolah [Kepsek] SD-SMP untuk membeli baju kaos HUT Guru-Kopri seharga Rp250.000 dan spanduk Rp150.000 menuai keresahan di kalangan tenaga pendidik. 

Hal tersebut sempat viral di publik, hingga keluhan dari Kepsek pun tertuang melalui Whatsapp ke Walikota Palembang dan beredar pada Rabu [14/12/2022].

“Itu [viral keluhan Kepsek], nanti akan saya dipelajari terlebih dahulu,” ungkap Kadisdik Palembang, Ansori ST MM saat dijumpai wartawan di sela kunjungannya di SD 238, Jumat [16/12/2022].

Dijelaskan Ansori, tentunya kita ada pimpinan [Sekda, Walikota], karena mereka yang langsung menilainya.

“Saya belum bisa menyampaikannya terkait persoalan itu. Karena saya belum mempelajarinya,” ujar Eks Asisten II ini dengan singkat. 

Baca Juga:  70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Surat Terbuka Kepsek untuk Walikota Palembang

Sebelumnya berkaitan hal tersebut, surat keresahan dan keberatan beredar luas di jagat media sosial. 

“Yth, Bapak Walikota, kami mewakili kepsek se Kota Palembang ingin melaporkan kondisi Diknas kota Palembang Pak,” tulis Kepsek dalam surat tersebut.

Selama ini kami dilarang memungut apapun dari siswa semuanya gratis sesuai dengan ketentuan dan kebijakan Pemkot. “Tetapi kami sangat diberatkan oleh pungutan-pungutan dari Diknas ahir-ahir ini sedangkan kami kepsek ni dak samo sekolahnyo pak cak kami sekolah kecik ni menjerit pak, di antara pungutan itu, Pas peringatan Hari Guru kami diwajibkan oleh sekdin pak Arianto beli baju kaos Rp.250.000 per lembar langsung ngambek samo dio dan bayar dengan dio di ruang dio dewek pak,” jelasnya dalam bahasa tulisan. 

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Kedua, pas peringatan HUT KORPRI kami wajib beli spanduk 150.000 per lembar yang anehnya HUT nyo sudah lewat pak. 

“Tolong dipanggil, sekretaris ini pak, jugo yang beratnyo lagi hampir tiap hari ado sidak dari Diknas berombongan yang dak biasonyo tiap balik nak dikasih transport galo pak, ngapo pendidikan ini dibuat cak ini pak,” paparnya. 

“Terimakasih pak semoga bapak merespon keluhan kami kepala sekolah, Mokasih yo Pak Wali,” tegasnya dalam surat terbuka untuk Walikota Palembang yang disuarakan Kepsek Palembang. 

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB