“Banyak turis atau pelancong dari luar yang berkunjung ke kawasan obyek benda-benda cagar budaya tersebut,” katanya.
Kalau pun ada pihak tertentu yang diberi kewenangan merawat Balai Pertemuan, rasanya tidak koneks dengan fungsi dan eksistensi situs cagar budaya tersebut.
Misalnya pihak Baznas, kata Charma, apa konteksnya dengan corak pelestarian situs budaya di kawasan kota tua?
“Harusnya pengelolaan itu diserahkan ke pihak-pihak yang tepat, seperti pihak kebudayaan, seniman, dan para pemerhati budaya, sehingga situs budaya itu bisa terawat dan terjaga sesuai fungsinya,” tegas Charma menutup perbincangan. (*)
Laporan Anto Narasoma







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

