H Antonius Leonardo Ketua Yayasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung mengaku, kas masjid cukup terdampak ketika penyelenggaraan peribadatan dialihkan kerumah akibat Pandemi Covid-19.
Hal ini disebabkan tidak adanya pemasukan dari infak sedekah kotak amal yang bersumber dari aktivitas jemaah.
Anton mengungkap untuk kebutuhan operasional salah satu masjid terbesar di Ogan Komering Ilir ini mencapai 10 juta rupiah perbulan.
“Untuk biaya listrik, honor petugas keamanan dan kebersihan dan pemeliharaan lainnya”jelasnya.
Untuk menutupi biaya operasional itu tambah anton yang juga menjabat asisten I Setda OKI ini pihak masjid juga melakukan refocusing anggaran.
Penggunaan dana itu, tetap dilaporkan secara rutin kepada Jemaah Masjid Agung Sholihin. Selama ini memang menutup kegiatan keagamaan secara total untuk mentaati himbauan pemerintah dengan tetap mengumandangkan adzan.
“Kita salat 5 waktu juga tidak berjemaah, jadi hanya adzan aja tapi ada yang diganti sesuai arahan pemerintah,” terang dia.
Bupati Ogan Komering Ilir, H Iskandar SE mengungkap selain untuk mengobati kerinduan umat untuk beribadah berjemaah, pembukaan kembali masjid ini juga untuk kembali memakmurkan masjid.
Tentu yang terpengaruh pendapatan masjid karena kurang pemasukan dari jemaahnya, untuk itu Iskandar mengajak masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan
Laporan Ukik
Editor Abror Vandozer




![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-225x129.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-225x129.jpg)



![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-129x85.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-129x85.jpg)






