Jadikan Biogas Metan, Kotoran Manusia

- Jurnalis

Senin, 24 Januari 2022 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sengaja memilih wilayah Desa Sungsang I, II, III, dan IV Kabupaten Banyuasin untuk melakukan praktik Karya Kerja Nyata [KKN].

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sengaja memilih wilayah Desa Sungsang I, II, III, dan IV Kabupaten Banyuasin untuk melakukan praktik Karya Kerja Nyata [KKN].

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sengaja memilih wilayah Desa Sungsang I, II, III, dan IV Kabupaten Banyuasin untuk melakukan praktik Karya Kerja Nyata [KKN].

Kegiatan itu diproyeksikan mengembangkan potensi daerah agar dapat memajukan tarap hidup masyarakat setempat. Rektor UGM Yogyakarta, Prof Ir Panut Mulyono M Eng D Eng JPu ASEAN Eng, mengatakan wilayah Desa Sungsang yang ada di tepian waliyah perairan sangat potensi untuk dianalisis secara keilmuan.

“Saya sangat bersyukur kepada Bapak Bupati Banyuasin H Askolani yang begitu antusias memberikan bantuan dan fasilitas yang dibutuhkan anak-anak mahasiswa kita ketika bersosialisasi dengan dengan masyarakat Desa Marga Sungsang,” ujar Panut Mulyono, di Masjid Babussalam Desa Sungsang III, Kabupaten Banyuasin, Minggu [23/1].

Menurut Rektor UGM tersebut, selama mereka ber-KKN di Sungsang, mahasiswanya melakukan penelitian terhadap sikap masyartakat setempat dengan tradisi yang unik dan menarik. Apalagi masyarakat setempat masih bersikap membuang sampah dan kotoran manusia sembarangan di kawasan air wilayah itu.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

“Ini sangat tidak menguntungkan alam dan lingkungan setempat. Karena itu anak-anak kita mencoba melakukan analisis untuk memanfaatkan situasi agar bisa memberi keuntungan secara tradisi dan finansial bagi masyarakat kita,” ujar Panut.

Menurut dia, kebiasaan membuang kotoran dan sampah di kawasan perairan di lingkungan kehidupan masyarakat setempat, sangat tak menguntungkan. Selain berbahaya bagi kesehatan, tumpukan sampah bisa merusak wahana lingkungan hidup. Karena itu Panut Mulyono menganjurkan mahasiswanya agar bisa melakukan sosialisasi ke masyarakat agar mereka mampu memperbaiki pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.

“Kita mengharapkan Pak Bupati agar beliau bisa membangun gedung penelitian sampah, agar kotoran manusia dan hewan dapat dijadikan biogas yang dapat memberi keuntungan finansial bagi generasi muda setempat,” kata Rektor UGM tersebut.

Untuk periode awal, kata Panut, aktivitas KKN mahasiswa UGM itu bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri [UIN] Raden Fatah Palembang. Kerjasama itu, katanya, dilakukan untuk saling memberi keuntungan di bidang ilmu pengetabuan.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Menurut dia, dari penelitian yang dilakukan mahasiswa UGM bersama anak-anak UIN di wilayah Sungsang, bisa menghasilkan nilai terbaik di bisang ilmu pengetahuan terkait kepentingan biogas dari kotoran manusia dan hewa.

“Dari hasil penelitian selama ini didapatkan tingginya tekanan gas metan pada sentral septik-teng. Ini merupakan akumulasi adanya keuntungan bagi masyarakat yang dapat digunakan bagi kebutuhan sehari-hari. Apalagi untuk penggunaan minyak bumi sudah mulai habis. Gas dari kotoran manusia inilah yang bisa kita manfaatkan untuk menggantikan posisi minyak bumi yang sudah mulai berkurang,” kata Panut Mulyono.

Terkait adanya upaya untuk membangun gedung penelitian bagi penggunaan biogas tersebut, pihaknya telah memberikan 1000 sak semen dari PT Semen Baturaja. “Semoga ini berguna bagi tujuan yang baik itu,” pungkas Panut Mulyono.

Laporan Anto Narasoma
Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terbaru