SEMULA, Firdaus Komar tak mengira diamanahkan Persatuan Wartawan Indonesia [PWI] Pusat melalui tim formatur hasil Kongres 25 Bandung untuk mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Direktur Uji Kompetensi Wartawan [UKW].
Kala itu, dirinya sempat ragu pada posisi tersebut, namun Firko sapaan karibnya, setelah berbicara empat mata dengan Ketum PWI Pusat Hendry CH Bangun [HCB] dan meyakinkannya bahwa tenaga, pemikiran Firko sangat dibutuhkan.
“Memang banyak perihal yang dibicarakan kepada Ketum, termasuk terkait independensi pengelolaan LUKW,” jelas Firko dalam keterangan pada Kamis 4 Januari 2024.
Sebelum Firko bertemu Ketum HCB, dirinya telah mendiskusikan berbagai aspek dengan keluarga. Apalagi, dia kala itu menjabat sebagai Ketua PWI Sumsel dan akan melanjutkan estafet kepemimpinan untuk kali kedua.
Banyak harapan sebagian besar anggota PWI Sumsel bertumpu, menginginkan serta berharap kepadanya untuk tetap di Sumsel, “Namun, atas keputusan ini, cukup satu periode,” sebut Firko yang telah menyandang gelar Doktor dari Universitas Sriwijaya ini.
Akhirnya, karena kebutuhan di PWI Pusat untuk membenahi pengelolaan UKW, Firko, kelahiran 8 Januari 1971, di Muara Lakitan Musi Rawas, Sumsel ini, menerima tawaran amanah tersebut.
Empat Mata dengan HCB
Sebelum menerima tawaran HCB, Firko juga mengajukan syarat termasuk mohon tidak diintervensi pengelolaan UKW PWI dan meminta untuk pengembangan secara personal dari berbagai kemampuan dirinya. Itu juga disepakati dan disetujui oleh HCB.
Konsekuensi tugas dan tanggung jawab di bidang UKW, atas izin dari PWI Pusat, Firko pada awal kepengurusan PWI Pusat 2023-2028, tentu saja mesti fokus mengerjakan tugas-tugas tersebut. Menurutnya ibarat tarikan benang merah. Perjalanan menjadi Dir UKW, bukan suatu kebetulan.
Menjadi penguji UKW PWI, bagi Firdaus bukan sekedar [tidak] ikut-ikutan tanpa proses. Firko tidak pernah menawarkan diri menjadi penguji jika tidak melalui proses dasar assessment psikotes.
Lulus assesmen di 2017, itulah awal jadi penguji UKW. Sebelum asesmen sudah ada yang jadi penguji dengan ikut jadi penguji.
Menjadi assesor sejak tahun 2017, Firko tertarik menganalisa berkaitan dengan proses pengelolaan pengujian UKW di PWI.
Dengan tujuan memberikan manfaat dalam konteks kajian keilmuan, Firko yang mengambil gelar doktor di Administrasi publik di Unsri tahun 2019, membahas disertasinya soal pengelolaan UKW.
Setahun lalu, pada 4 Januari 2023, melalui sidang terbuka, akhirnya Firko lulus dengan disertasi mengenai model pengelolaan UKW PWI untuk meningkatkan kualitas wartawan Indonesia.
Menariknya, sambung Firko, Bang HCB yang justru dalam posisi tidak punya jabatan apa-apa baik di PWI maupun di Dewan pers datang ke sidang promosi doktor saya di Unsri.
Bagaikan tarikan kaitan, kehadiran HCB di sidang promosi itu, seolah-olah memberitahu dan setelah HCB mendapat amanah menjadi Ketum PWI melalui kongres ke-25 PWI di Bandung, HCB menawarkan posisi Direktur UKW PWI Pusat ke saya.
“Inilah rasa kesinambungan, akhirnya saya terima untuk berperan dalam kaitan pengelolaan UKW ini,” jelasnya.
Posisi dalam menjalankan tugas sebagai Ketua PWI Sumsel sejak 2019 dinilai cukup berhasil. Diminta untuk menjalankan roda amanah untuk periode kedua menurut Firko, di awal kepengurusan sebagai Ketua PWI Sumsel sangat berat. “Tantangan pertama, kondisi keuangan organisasi yang memprihatinkan, kondisi sekretariat yang tidak memadai kemudian komitmen dalam berorganisasi serta program yang belum terukur,” ujarnya.
“Alhamdulillah akhirnya persoalan persoalan bisa diatasi tentu bantuan seluruh pengurus dan pihak stakeholder yang sangat percaya dengan lembaga PWI, persoalan finansial, kantor serta program PWI bisa diatasi,” tambah Firdaus.
Akhirnya saat dia memutuskan untuk menerima amanah sebagai Direktur UKW dan melepas posisi Ketua PWI Sumsel. Karena secara konstitusi PWI tidak boleh merangkap posisi, jadi lebih memilih tantangan dan tugas serta tanggung jawab di Jakarta.
Firko pun mulai melakukan pembenahan dari infrastruktur sosial dan starting dengan melakukan asesment psikotes bagi seluruh penguji yang telah berpraktik sebagai penguji cuma belum asesment psikotes. Tentu hal ini membuat kontroversi. Namun dasar kuat untuk pembenahan akhirnya dilakukan.
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan asesor yang memiliki standar dari aspek penilaian keterampilan yang mengukur soft skill dan hard skill asesor, standar kepribadian, standar kemampuan kognitif, dan kecerdasan emosional, integritas.
Proses asesmen psikotes dengan pihak ketiga inilah menjadi pedoman menentukan asesor penguji di UKW PWI.
Pengelolaan secara keseluruhan, selain faktor penguji juga dari peserta dan perangkat yang menyertainya termasuk pakta integritas bagi penguji dan peserta UKW, kode etik penguji dan kode perilaku penguji. Hal ini juga seiring sejalan dengan penataan pengelolaan UKW PWI dan dari DP telah diterbitkannya PD no 03/11/2023 tentang Standar Kompetensi Wartawan [SKW].
Firko berharap dengan berkontribusi di ruang baru sebagai Direktorat UKW akan memberikan nilai manfaat kepada kemajuan pers di Indonesia.
Seiring dengan keseriusan pembenahan UKW PWI, sepeti terdapat tarikan satu napas, Ketum PWI Pusat HCB yang diamanahkan dalam kongres menjanjikan UKW gratis seluruh PWI Provinsi se Indonesia, belum genap tiga bulan kepengurusan dari Kementerian BUMN kerja sama mendukung Program UKW se Indonesia.
“Alhamdulillah take off program UKW PWI- BUMN telah dimulai di tiga PWI Provinsi se Indonesia yaitu di Manado, Sulut, Kupang NTT dan PWI Aceh pada 28-29 Desember 2023 lalu,” ujar Firdaus.
Pada Januari 2024 akan dieksekusi di 7 PWI Provinsi yaitu Lampung, Bengkulu, DIY, Kalimantan Tengah, NTB, Papua, dan Papua Selatan.
Ditanya soal alokasi waktu, karena antara di Palembang dan Jakarta, menurut Firko soal manajemen waktu ini sangat bergantung pola atau skema pengelolaannya. Tentu saja efektivitas waktu dibutuhkan, sehingga porsi out put yang dihasilkan dalam pekerjaan di organisasi tetap bisa terukur. Menurutnya, pengelolaan media Extranews tetap ber-homebase di Palembang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)








![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

