banner 970x250
banner 970x250

Inovasi Baru Deteksi Karhutla: Herman Deru Luncurkan “SONGKET”

  • Bagikan
Inovasi Baru Deteksi Karhutla: Herman Deru Luncurkan "SONGKET"
Inovasi Baru Deteksi Karhutla: Herman Deru Luncurkan "SONGKET"
banner 468x60

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru resmi luncurkan Sistem Operasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu (SONGKET) Sumatera Selatan dan sekaligus Pengukuhan Forum  Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Sumsel periode 2021-2026, di Griya Agung Palembang, Jumat (7/5).

Dalam sambutannya Gubernur Herman Deru mengaku bangga Sumsel  sudah mampu membuat inovasi baru untuk melakukan deteksi dini akan  potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dimana SONGKET merupakan aplikasi pertama yang mengaplikasikan jarak dan rute terdekat menuju titik panas atau titik api berikut dukungan sumber daya air dan Posko terdekat di Indonesia. Aplikasi SONGKET ini digagas oleh Pemprov Sumsel, Polda Sumsel, WRI Indonesia dan Forum DAS Sumsel.

Inovasi Baru Deteksi Karhutla: Herman Deru Luncurkan "SONGKET"
Inovasi Baru Deteksi Karhutla: Herman Deru Luncurkan “SONGKET”

“Nama aplikasi SONGKET sengaja dibuat dengan  menggunakan kearifan lokal Sumsel, untuk pencegahan sejak dini potensi karhutla.  Masyarakat juga bisa menjadi pelapor yang langsung dapat diterima oleh petugas yang ada di command center lengkap dengan live titik koordinat dan titik akses menuju lokasi. Dan lebih canggih, karena ada 11 menu unggulan yang menjadi perbedaan dari aplikasi yang pernah ada,” ujarnya. 

Herman Deru juga mengatakan aplikasi SONGKET didukung oleh Server yang diberikan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia kepada Pemprov Sumsel,  dan Aplikasi SONGKET ini sudah integrasikan dengan kamera pengintai (asap digital) bekerjasama dengan Telkom untuk dipasang pada tower BTS Telkom di Sumsel. 

Dia juga berharap ke depan aplikasi SONGKET  ini akan menjadi trend center bagi daerah lain yang daerahnya rawan terjadi karhutla, Sumsel menjadi penggagas aplikasi pertama yang  di Indonesia.

“Mudah-mudahan aplikasi  ini menjadi trend center untuk provinsi lain, ini aplikasi baru satu-satunya di Indonesia. bahkan ketika ada report dari masyarakat di lapangan si operator langsung mengetahui jarak dan rute terdekat untuk akses ini,berikut lokasi sumber air dan posko terdekat,” katanya.

Sementara itu Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri melalui Direskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Anton Setiyawan dalam paparannya mengungkapkan, setidaknya ada 11 menu unggulan pada Aplikasi SONGKET. Antara lain informasi jarak terdekat ketika ada terdeteksi titik api, termasuk data eksternal berupa peta data perkebunan milik perusahaan maupun perorangan, kamera pengintai (asap digital), batas kawasan. 

“Termasuk masyarakat bisa memberikan informasi kepada kita, ini kita menggunakan satelit, menggunakan juga kamera pengintai (asap digital) yang bisa zoom sampai dengan jarak 4 Kilometer. Keakuratannya bisa 95 persen, ditambah lagi masyarakat yang melaporkan cakupannya lebih luas,” tambahnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *