Herman Deru Paparkan Program Keagamaan Sumsel di Hadapan Menteri Agama

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel] Dr H Herman Deru mengungkap perjalanan berbagai program keagamaan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumsel saat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Cheng Ho Jakabaring, Palembang, Selasa 12 Mei 2026.

Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel] Dr H Herman Deru mengungkap perjalanan berbagai program keagamaan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumsel saat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Cheng Ho Jakabaring, Palembang, Selasa 12 Mei 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel] Dr H Herman Deru mengungkap perjalanan berbagai program keagamaan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumsel saat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Cheng Ho Jakabaring, Palembang, Selasa 12 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar.

Dalam sambutannya, Herman Deru memaparkan lahirnya Program P2UKD yang dibentuk setelah penghapusan P3N pada 2014 lalu.

Ia mengatakan, program tersebut berawal dari keprihatinannya saat berkeliling desa dan menemukan banyak mantan petugas keagamaan yang tidak lagi memiliki ruang pengabdian di masyarakat.

Karena itu, Pemprov Sumsel kemudian mengangkat mereka melalui Program P2UKD untuk membantu pelayanan keagamaan hingga tingkat desa.

“Sekarang jumlahnya lebih dari tiga ribu orang dan mereka membantu masyarakat mulai dari urusan pernikahan, bimbingan keagamaan hingga pelayanan sosial lainnya di desa-desa,” ujar Herman Deru.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menjelaskan program “Satu Desa Satu Rumah Tahfiz” yang lahir dari diskusinya bersama Menteri Agama dalam sebuah acara pernikahan beberapa tahun lalu.

Baca Juga:  RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Ia mengaku, pada awal pelaksanaannya masih banyak masyarakat yang memahami rumah tahfiz sebagai bangunan fisik. Padahal, yang dimaksud adalah aktivitas pembinaan hafalan Al-Qur’an.

Menurutnya, pemahaman tersebut perlahan berubah dan kini memberikan dampak positif bagi pembangunan generasi muda di Sumsel.

Saat ini, jumlah rumah tahfiz di Sumsel telah mencapai lebih dari 5.000 unit melalui sinergi bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama, para guru, dan berbagai pihak terkait.

Herman Deru mengatakan keberadaan rumah tahfiz telah memberikan kontribusi nyata terhadap prestasi Sumsel di tingkat nasional, khususnya pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

“Setelah bertahun-tahun belum mampu bersaing, Sumsel akhirnya berhasil menembus 10 besar nasional pada MTQ tahun 2022 berkat pembinaan generasi muda melalui rumah tahfiz,” katanya.

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel Dr. Syafitri Irwan menyebut kondisi toleransi dan kerukunan umat beragama di Sumsel hingga kini tetap terjaga.

Menurutnya, tidak pernah terjadi konflik berbasis etnis maupun agama di Sumsel.

Ia menilai penguatan nilai budaya dan agama harus terus berjalan beriringan agar masyarakat tetap memiliki pegangan moral, spiritual, dan identitas budaya yang kuat di tengah perkembangan zaman.

Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan kebanggaannya terhadap tingkat toleransi umat beragama di Sumsel.

“Menurut data dari kami, Sumsel berada di urutan kelima tingkat toleransi beragamanya, sehingga tidak ada konflik yang terjadi di Sumsel,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya fungsi masjid sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.

“Mari kita jadikan masjid sebagai tempat memberdayakan umat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Persaudaraan Imam Masjid Provinsi Sumatera Selatan.

Berita Terkait

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Berita Terbaru