Padahal ketika aku belajar tentang air, justru benda sejuk ini merupakan unsur cairan yang dapat meredakan perasaan haus.
Tapi Pak Toro yang sakit itu tampak gelisah. Ia sidah minum air bergelas-gelas, tapi rasa hausnya tak hilang juga. Kenapa?
Sementara dokter mulai menganalisa sebab akibat yang dialami Pak Toro. Karena secara prinsip, hasus dan minum adalah dua fakta yang saling mengemukakan tentang fakta dan logika.
Pak Toro yang tergolek di rumah sakit sejak mimggu lalu, selalu menceracau ingin minum, tapi sudah beberapa gelas ia menenggak air putih, tapi rasa hausnya tak sirna juga. Wah, ini fakta yang membingungkan.
“Apa yang kau pikirkan, Nak? Karena sejak tadi Bapak perhatikan, kau berpikir keras sekali. Tampaknya kau gelisah. Kenapa, apakah ada yang mengganjal di pikiran dan hatimu, Nak?” tanya seseorang bersorban putih.
Aku menoleh ke orang itu. Ah, orang tua bersorban putih yang berwajah terang. Lalu aku menyatakan sedang memikirkan tenang orang sakit yang haus, namun setelah minum beberapa gelas tapi hausnya tak hilang juga.
“Ada apa ya Pak?” tanyaku ke pada orang itu.
“Sebenarnya kejadian itu tidak aneh. Bahkan wajar sekali. Meskipun air sangat dekat sebagai penghilang haus, namun walau sudah minum berkali-kali tapi masih haus juga, itu hal yang sangat wajar,” katanya.
“Kok bisa begitu, Pak?”
Orang itu itu diam sejenak. Kemudian dia tersenyum lagi sembari mengangguk kecil. “Yang menghilangkan haus itu bukan air, Nak,” katanya.
“Apa ya, Pak?”
“Air hanya alat sejuk sebagai perantara saja. Namun yang menghilangkan rasa haus bukan air, tapi Allah SWT.”
“Allah SWT?” tanyaku.
“Yah. Pemilik segala rasa itu memberikan nilai-nilai kenikmatan bagi kehidupan kita semua. Dari nikmat bernapas, hembusan angin, serta sejumlah kenikmatan lainnya yang tak bisa kita hitung jimlahnya.”
Karena itu manusia harus membuka kesadarannya untuk kenikmatan-kenikmatan itu. “Tak ada momen hidup yang lepas dari perasaan nilmat.”
“Lantas kesimpulannya bagaimana,” tanyaku pula.
“Mintalah ke pada Allah. Seperti kata-Nya, : Ud ‘uni astajib lakuum. Mintalah ke pada-Ku, akan kukabulkan,” ujar orang tua berkumis, berjanggut dan bercambang putih tersebut.
Aku semakin bingung dengan ucapan orang tua ini. Karena minta ke pada-Nya. Apa itu?
“Nah, kelihatannya kau bingung, Nak. Kita ini hanya hamba. Segala apa yang kita miliki itu milik Allah. Karena itu mintalah ke pada-Nya. Soal minum, mintalah agar dapat melenyapkan rasa haus si sakit. Kuncinya, minta ke pada-Nya. Bukan minta ke air yang kita minum agar bisa melenyapkan dahaga yang mencekik kerongkongan kita,” ujar orang tua itu, tersenyum.
Makanya, bagi seorang muslim yang yakin ke pada Allah, ketika akan melakukan sesuatu, yang diucapnya hanya “Bismillah”.
“Itu artinya, segala tingkat kekuasaan ada di tangan-Nya. Karena itu mintalah ke pada-Nya. Ucapkan “Ud uni astajib lakuum”, Insya Allah Dia akan mengabulkan permintaanmu,” katanya.
Aku hanya mengangguk mendengar apa yang orang tua ucapkan. Betul, memang bukan air yang melenyapkan haus, meski air sejuk yang kita minum. Bapak ini memang hebat.
Lalu aku berpaling ke arahnya. Aku kaget setengah mati. Karena orang tua itu sudah tak ada lagi di sana. Lalu aku kembali ke ruang pasien.
Kudengar lagi si sakit minta air untuk menghilangkan dahaganya. “Pak, coba lafalkan ucapan Basmallah,” kataku.
Tatkala dia memgucapkan itu, segelas terakhir air yang diminumnya dapat menghilangkan hausnya. “Ya Allah. Alhamdulillah,” ujar si sakit. (*)
Tirta Bening 4 Maret 2020



![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-225x129.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-129x85.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

