banner 970x250
banner 970x250

HAUS

  • Bagikan
Ilustrasi.net
Ilustrasi.net
banner 468x60

AKU terpatung di sudut ruang pengobatan rumah sakit itu. Pikiranku terpatok pada hal kecil yang memiliki nilai luas. Semakin kupikirkan, masalahnya kian mengherankan.

Ketika aku membesuk dan menjenguk teman sakit, hatiku terus bergolak. Pikiranku tak henti-hentinya memikirkan si sakit, kok setelah ia minum berkali-kali, justru ia tetap haus?

Padahal ketika aku belajar tentang air, justru benda sejuk ini merupakan unsur cairan yang dapat meredakan perasaan haus.

Tapi Pak Toro yang sakit itu tampak gelisah. Ia sidah minum air bergelas-gelas, tapi rasa hausnya tak hilang juga. Kenapa?

Sementara dokter mulai menganalisa sebab akibat yang dialami Pak Toro. Karena secara prinsip, hasus dan minum adalah dua fakta yang saling mengemukakan tentang fakta dan logika.

Pak Toro yang tergolek di rumah sakit sejak mimggu lalu, selalu menceracau ingin minum, tapi sudah beberapa gelas ia menenggak air putih, tapi rasa hausnya tak sirna juga. Wah, ini fakta yang membingungkan.

“Apa yang kau pikirkan, Nak? Karena sejak tadi Bapak perhatikan, kau berpikir keras sekali. Tampaknya kau gelisah. Kenapa, apakah ada yang mengganjal di pikiran dan hatimu, Nak?” tanya seseorang bersorban putih.

Aku menoleh ke orang itu. Ah, orang tua bersorban putih yang berwajah terang. Lalu aku menyatakan sedang memikirkan tenang orang sakit yang haus, namun setelah minum beberapa gelas tapi hausnya tak hilang juga.

“Ada apa ya Pak?” tanyaku ke pada orang itu.

“Aneh, ya?” tukas orang tua itu tersenyum. Kumis, janggut dan cambangnya yang putih itu membuatnya begitu berwibawa.

“Sebenarnya kejadian itu tidak aneh. Bahkan wajar sekali. Meskipun air sangat dekat sebagai penghilang haus, namun walau sudah minum berkali-kali tapi masih haus juga, itu hal yang sangat wajar,” katanya.

“Kok bisa begitu, Pak?”

Orang itu itu diam sejenak. Kemudian dia tersenyum lagi sembari mengangguk kecil. “Yang menghilangkan haus itu bukan air, Nak,” katanya.

“Apa ya, Pak?”

“Air hanya alat sejuk sebagai perantara saja. Namun yang menghilangkan rasa haus bukan air, tapi Allah SWT.”

“Allah SWT?” tanyaku.

“Yah. Pemilik segala rasa itu memberikan nilai-nilai kenikmatan bagi kehidupan kita semua. Dari nikmat bernapas, hembusan angin, serta sejumlah kenikmatan lainnya yang tak bisa kita hitung jimlahnya.”

Karena itu manusia harus membuka kesadarannya untuk kenikmatan-kenikmatan itu. “Tak ada momen hidup yang lepas dari perasaan nilmat.”

“Lantas kesimpulannya bagaimana,” tanyaku pula.

“Mintalah ke pada Allah. Seperti kata-Nya, : Ud ‘uni astajib lakuum. Mintalah ke pada-Ku, akan kukabulkan,” ujar orang tua berkumis, berjanggut dan bercambang putih tersebut.

Aku semakin bingung dengan ucapan orang tua ini. Karena minta ke pada-Nya. Apa itu?

“Nah, kelihatannya kau bingung, Nak. Kita ini hanya hamba. Segala apa yang kita miliki itu milik Allah. Karena itu mintalah ke pada-Nya. Soal minum, mintalah agar dapat melenyapkan rasa haus si sakit. Kuncinya, minta ke pada-Nya. Bukan minta ke air yang kita minum agar bisa melenyapkan dahaga yang mencekik kerongkongan kita,” ujar orang tua itu, tersenyum.

Makanya, bagi seorang muslim yang yakin ke pada Allah, ketika akan melakukan sesuatu, yang diucapnya hanya “Bismillah”.

“Itu artinya, segala tingkat kekuasaan ada di tangan-Nya. Karena itu mintalah ke pada-Nya. Ucapkan “Ud uni astajib lakuum”, Insya Allah Dia akan mengabulkan permintaanmu,” katanya.

Aku hanya mengangguk mendengar apa yang orang tua ucapkan. Betul, memang bukan air yang melenyapkan haus, meski air sejuk yang kita minum. Bapak ini memang hebat.

Lalu aku berpaling ke arahnya. Aku kaget setengah mati. Karena orang tua itu sudah tak ada lagi di sana. Lalu aku kembali ke ruang pasien.

Kudengar lagi si sakit minta air untuk menghilangkan dahaganya. “Pak, coba lafalkan ucapan Basmallah,” kataku.

Tatkala dia memgucapkan itu, segelas terakhir air yang diminumnya dapat menghilangkan hausnya. “Ya Allah. Alhamdulillah,” ujar si sakit. (*)

Tirta Bening 4 Maret 2020

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *