Hari Tanpa Bayangan, Berikut Wilayah dan Waktunya

- Jurnalis

Selasa, 31 Agustus 2021 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bayangan

Ilustrasi Bayangan

Berlangsung Dua Kali dalam Setahun

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) membeberkan wilayah di Indonesia yang akan mengalami hari tanpa bayangan pada 6 September hingga 21 Oktober 2021.

Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Andi Pangerang menjelaskan fenomena langit tanpa bayangan berlangsung dua kali setahun di Indonesia. Pertama, sudah terjadi sejak akhir Februari hingga awal April 2021.

Fakta Hari Tanpa Bayangan Mulai 6 September-21 Oktober di RI.

Fenomena ini terjadi ketika Matahari berada tepat di atas Indonesia, dan hasilnya tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari. Hal itulah yang disebut sebagai hari tanpa bayangan Matahari.

Meski begitu, beberapa orang tidak mengetahui tanggal pasti hingga detail waktu dari berlangsungnya fenomena hari tanpa bayangan. Berikut jadwal dan wilayah yang dirangkum Edukasi Sains Antariksa (LAPAN).

Indonesia bagian Barat

– Sabang; 6 September 2021 pada pukul 12.36 WIB

– Banda Aceh; 7 September, pukul 12.36 WIB

– Medan; 13 September, pukul 12.21 WIB

– Tanjungpinang; 20 September, pukul 11.55 WIB

– Pekanbaru; 21 September, 12.07 WIB

– Padang; 25 September pukul 12.10 WIB

– Jambi; 27 September, pukul 11.56 WIB

– Pangkalpinang; 28 September, pukul 11.46 WIB

– Bengkulu; 2 Oktober, pukul 12.00 WIB

– Bandarlampung; 7 Oktober, pukul 11.46 WIB

– Serang; 8 Oktober, pukul 11.42 WIB

– Jakarta; 9 Oktober, pukul 11.39 WIB

– Bogor; 10 Oktober, pukul 11.39 WIB

– Bandung; 11 Oktober, pukul 11.36 WIB

– Semarang; 11 Oktober, pukul 11.25 WIB

– Surabaya; 11 Oktober, pukul 11.15 WIB

– Sumenep; 11 Oktober, pukul 11.11 WIB

– Surakarta; 12 Oktober, pukul 11.23 WIB

– Pangandaran; 13 Oktober, pukul 11.31 WIB

– Yogyakarta; 13 Oktober, pukul 11.24 WIB

– Banyuwangi; 14 Oktober, pukul 11.08 WIB

– Nunukan; 12 September, pukul 12.07 WIB

Indonesia bagian Tengah

– Tarakan; 14 September, pukul 12.05 WITA

– Tanjungselor; 15 September, pukul 12.05 WITA

– Pontianak; 23 September, pukul 11.35 WITA

– Samarinda; 24 September, pukul 12.03 WITA

– Balikpapan; 26 September, pukul 12.03 WITA

– Palangkaraya; 28 September, pukul 11.14 WITA

– Banjarmasin; 1 Oktober, pukul 12.11 WITA

– Buleleng; 14 Oktober, pukul 12.05 WITA

– Denpasar; 15 Oktober, pukul 12.04 WITA

– Mataram; 15 Oktober, pukul 12.01 WITA

– Sumbawabesar; 15 Oktober, pukul 11.56 WITA

– Labuhanbajo; 15 Oktober, pukul 11.46 WITA

– Waingapu; 18 Oktober, pukul 11.46 WITA

– Kupang; 19 Oktober, pukul 11.30 WITA

– Rote Dao; 21 Oktober, pukul 11.31 WITA

– Manado; 19 September, pukul 11.34 WITA

– Majene; 2 Oktober, pukul 11.53 WITA

– Kendari; 3 Oktober,pukul 11.38 WITA

– Wakatobi; 6 Oktober, pukul 11.33 WITA

– Makassar; 6 Oktober, pukul 11.50 WITA

Indonesia bagian Timur

– Sofifi; 21 September, pukul 12.22 WIT

– Sorong; 25 September, pukul 12.06 WIT

– Manokwari; 25 September, pukul 11.55 WIT

– Biak; 26 September, pukul 11.46 WIT

– Jayapura; 29 September, pukul 11.27 WIT

– Ambon; 2 Oktober, pukul 12.16 WIT

– Merauke; 14 Oktober, pukul 11.24 WIT

Penjelasan LAPAN soal Hari Tanpa Bayangan September di RI

Lebih lanjut Andi menjelaskan, agar masyarakat dapat menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan di sejumlah wilayah, disarankan untuk melakukan beberapa langkah sebagai berikut;

– Siapkan benda tegak seperti tongkat, spidol atau benda lain yang dapat berposisi tegak berdiri,

– Letakkan di permukaan yang rata

– Amati bayangan pada jadwal yang sudah ditentukan

– Jika sudah, masyarakat dapat mengabadikan fenomena itu menggunakan penangkap gambar seperti kamera, sebagai bukti kalau pada momentum itu bayangan pada benda peraga benar-benar tidak ada.

Itulah sederet jadwal dan wilayah di Indonesia, yang terjadi fenomena hari tanpa bayangan. Hal itu merupakan reaksi yang dihasilkan, lantaran posisi Matahari tepat di atas langit Indonesia.

Berita Terkait

Palembang Menyapa Sejarah: Lima Hari Lima Malam Tak Pernah Padam
Sultan Mahmud Badaruddin II: Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan
Surabaya, Saksi Bisu Pertempuran 10 November
Mengenal Sejarah Bendera Merah Putih Indonesia
Sejarah Perayaan Hari Kemerdekaan RI di Istana Negara
Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus
Perjuangan Fatmawati Soekarno, Sang Penjahit Bendera Merah Putih
Sejarah Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:32 WIB

Palembang Menyapa Sejarah: Lima Hari Lima Malam Tak Pernah Padam

Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:30 WIB

Sultan Mahmud Badaruddin II: Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan

Jumat, 10 November 2023 - 08:41 WIB

Surabaya, Saksi Bisu Pertempuran 10 November

Kamis, 17 Agustus 2023 - 10:40 WIB

Mengenal Sejarah Bendera Merah Putih Indonesia

Kamis, 17 Agustus 2023 - 10:33 WIB

Sejarah Perayaan Hari Kemerdekaan RI di Istana Negara

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB