WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Untuk sesaat, denyut Kota Palembang seolah mundur delapan dekade ke belakang.
Deru mesin mobil-mobil tua, derap sepeda ontel, serta kibaran bendera merah putih membawa ingatan kolektif kota tertua di Indonesia ini ke tahun 1940-an—masa ketika kemerdekaan belum sepenuhnya dimiliki, dan perjuangan menjadi napas sehari-hari.
Pemerintah Kota Palembang menggelar peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam, sebuah peristiwa heroik yang menandai perlawanan sengit rakyat Palembang terhadap agresi Belanda.
Namun peringatan kali ini tak sekadar seremoni tahunan. Ia menjelma menjadi rekonstruksi sejarah hidup, menghadirkan kembali semangat juang yang pernah membara di setiap sudut kota.
Lawang Borotan Saksi Bisu
Pelataran Lawang Borotan, lokasi strategis yang menjadi titik balik pertempuran, berubah menjadi panggung sejarah terbuka. Di tempat inilah dahulu peluru dan tekad beradu, dan kini, sejarah itu dihidupkan kembali.
Mobil-mobil klasik seperti Willys dan Jeep Ford GPW melaju perlahan, diikuti barisan sepeda ontel yang dikayuh pemuda-pemudi berseragam pejuang. Ikat kepala merah putih terikat di dahi mereka, bendera berkibar di tangan—sebuah visual yang menghadirkan sensasi seolah mesin waktu benar-benar bekerja, membawa Palembang kembali ke masa perjuangan.
Pemimpin di Tengah Rakyat, Sejarah di Tengah Kota
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memilih tak sekadar menjadi penonton. Ia mengenakan seragam pejuang lengkap dengan atributnya, duduk di salah satu kendaraan tua, dan menyusuri ruas jalan protokol kota. Kehadirannya menjadi simbol bahwa sejarah bukan milik masa lalu semata, tetapi bagian dari kepemimpinan hari ini.
“Lima Hari Lima Malam bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan kita dibayar mahal. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisinya dengan karya,” tegas Ratu Dewa di hadapan masyarakat.
Menurutnya, peringatan ini adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan—antara darah para pejuang yang tertumpah dan tanggung jawab generasi penerus untuk menjaga makna kemerdekaan.
“Di tengah hiruk-pikuk zaman digital, Palembang membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup dan berdenyut dalam setiap langkah,” ujarnya.
Teater Perjuangan dan Emosi Kolektif
Tak hanya parade kendaraan dan kostum, peringatan ini juga diwarnai pertunjukan teatrikal perjuangan. Adegan perlawanan, pengorbanan, dan keberanian ditampilkan dengan intensitas emosional yang kuat, menggugah ingatan sekaligus empati penonton.
Sejumlah warga terlihat terdiam, larut dalam kisah yang bukan sekadar tontonan, melainkan cermin perjalanan bangsa.
Dari Sejarah ke Masa Depan Pariwisata
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, menekankan bahwa peringatan ini memiliki dimensi lebih luas: menghidupkan potensi wisata sejarah Palembang.
“Masih banyak jejak perjuangan yang tersembunyi dan belum dikenal luas oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemkot Palembang akan lebih gencar melakukan sosialisasi dan pengemasan sejarah menjadi destinasi edukatif dan inspiratif.
“Ini bukan hanya soal mengenang, tapi menghidupkan kembali semangat dan kebanggaan akan kota ini. Sejarah Palembang adalah kekuatan, dan itu harus dirasakan oleh generasi hari ini dan yang akan datang,” kata Sulaiman.
Sejarah Terus Berdenyut
Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam tahun ini membuktikan bahwa sejarah tidak pernah benar-benar berlalu. Ia hidup dalam ingatan, dalam ruang kota, dan dalam kesadaran kolektif warganya.
Palembang, dengan segala lapisan waktunya, kembali menegaskan jati dirinya: kota tua yang tak pernah kehilangan semangat muda—semangat untuk merdeka, menjaga, dan melanjutkan perjuangan dengan cara zaman ini.
Laporan/Editor Abror Vandozer/red



![Bayumi AP SE MSi [Praktisi dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261026-WA0006-225x129.jpg)
![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-225x129.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Bayumi AP SE MSi [Praktisi dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261026-WA0006-129x85.jpg)
![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-129x85.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

