banner 1105x262

banner 2560x598

banner 2560x598

banner 2560x598

“Hardiknas 2022” Disdik Palembang Kompak Kenakan Pakaian Adat

Kepala Disdik Palembang, H Ahmad Zulinto SPd MM saat memberikan sambutan pada Hardiknas di Kantor Disdik secara hybrid.
Kepala Disdik Palembang, H Ahmad Zulinto SPd MM saat memberikan sambutan pada Hardiknas di Kantor Disdik secara hybrid.
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Momen Hari Pendidikan Nasional [Hardiknas] memberikan nuansa berbeda dari tahun sebelumnya bagi Dinas Penididikan [Disdik] Kota Palembang.

Kepala Disdik Palembang, H Ahmad Zulinto beserta jajaran dan Dewan Guru mengenakan pakaian khas adat Indonesia saat melaksanakan upacara di Kantor Disdik Palembang, Jumat [13/5/2022].

Hardiknas yang jatuh pada 2 Mei tahun ini bertepatan dengan hari raya Idul Fitri sehingga perngatan dilangsungkan pada Jumat ini, serentak di seluruh Nusantara.

“Pendidikan itu milik orang secara Nasional, oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi RI, meminta siapapun melaksnakan Hardiknas untuk memakai pakaian adat masing-masing. Ini menunjukkan rasa Nasionalis kita,” ungkap Kadisdik H Ahmad Zulinto SPd MM saat memberikan sambutan pada Hardiknas di Kantor Disdik secara hybrid.

Dikatakan Zulinto, hari ini melaksanakan pendidikan nasional secara terbatas yakni dilaksanakan secara virtual di Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Kepala Disdik Palembang, H Ahmad Zulinto beserta jajaran dan Dewan Guru mengenakan pakaian khas adat Indonesia saat melaksanakan upacara di Kantor Disdik Palembang, Jumat [13/5/2022].
Kepala Disdik Palembang, H Ahmad Zulinto beserta jajaran dan Dewan Guru mengenakan pakaian khas adat Indonesia saat melaksanakan upacara di Kantor Disdik Palembang, Jumat [13/5/2022].

“Saya mewakili pemerintah Kota Palembang pada Hardiknas ini mengucapkan tak terhingga kepada tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengimplememtasikan merdeka belajar yang telah menyasar seluruh masyarakat, dari paud sampai SMP, orang tua, hingga dunia usaha dan dunia  industri,” ujarnya.

Menurut Zulinto di depan masih membentang tantangan yang harus kita lalui bersama.Pendidikan itu merupakan satu kesatuan yang bulat tidak boleh terpecah pecah. “Kita mempunyai satu tujuan bagimana menjadikan anak bangsa supaya menjadu anak yang bekarakter  yang memiliki pelajar pelajar pancasila, ini yang diharapka,” jelas Ketua PGRI Sumsel ini.

Apalagi kata Zulinto momen hardiknas tahun ini agak bebeda dari tahun yang lalu, ada yang melaksanakan secara luring dan ada yang secara virtual.

Namun lanjut Zulinto, dalam pemulihan ini kita sudah canangkan bahwa dalam hardiknas ini kita sampaikan bagaimana memulihkan pendidikan di masa pandemi dan bagaimana kita melaksanakan pelaksanaan merdeka belajar.

Pendidikan itu, bukan hanya diskusi dalam kelas namun pendidikan itu bisa dilakukan dimana saja, inilah suatu gerakan meredeka belajar yang disampaikan mendikbudristek kita bahwa ke depan, baik tenaga pendidik maupun kependidikan, siswa maupun orang tua kita sepakat mempersiapkan bersama pendidikan yang berkualitas.

“Agar supaya anak anak tidak terhambat baik secara luring maupun daring, tapi kita pastikan bahwa pembelajaran ini akan sampai kepada anak didik kita dan guru guru sudah dibekali bahwa mereka mempunyai kewajiban di dalam pelaksanaan merdeka belajar ini untuk memahami sehingga proses pembelajaran tidak menghambat agar supaya terwujud SDM yang unggul,”pungkasnya.

Laporan Hasan Basri