Kedua, kehilangan pendapatan. Dengan peralihan ke media digital, outlet media cetak mengalami kerugian pendapatan yang signifikan akibat penurunan pendapatan iklan dan langganan.
Ketiga, persaingan yang meningkat. “Munculnya media online telah meningkatkan persaingan untuk outlet media cetak, karena platform digital lebih mudah diakses dan hemat biaya bagi pengiklan,” ucap Satrio.
Keempat, kesulitan dalam memonetisasi konten. Media cetak kesulitan memonetisasi konten mereka secara online.
“Hal ini karena pendapatan iklan online lebih rendah daripada pendapatan iklan cetak, dan banyak orang enggan membayar konten online,” lanjut Satrio, yang juga adalah Sekjen Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA.
Kelima, jangkauan yang terbatas. “Outlet media cetak memiliki jangkauan yang terbatas dibandingkan dengan media online, karena terbatas pada lokasi geografis dan jaringan distribusinya,” jelas Satrio.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-225x129.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-225x129.jpg)



![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-129x85.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-129x85.jpg)





