TIGA siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tanjung Raja Kabupaten Ogam Ilir, sepanjang tahun 2020, tak pernah menerima bantuan biaya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Program Indonesia Pintar.
WIDEAZONE.COM, TANJUNG RAJA — Keluarga Ibu Hanifah (nama disamarkan) merasa heran. Sebab anaknya tak pernah menerima lagi uang bantuan Presiden, dana KIP selama anaknya sekolah di SMP Negeri 2 Tanjung Raja.
Padahal sejak masih di sekolah dasar, anak Ibu Hanifah itu selalu mendapatkan bantuan dana KIP sebesar Rp 350 ribu setiap tahun.
“Namun saya heran. Kok dalam dua tahun terakhir bantuan KIP itu belum cair juga. Padahal kami sangat mengharapkan bantuan itu,” ujar Ibu Hanifah ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Senin (31/8/2020).
Menurut Hanifah, sejak di sekolah dasar, anaknya kerap menerima bantuan KIP senilai Rp 350 ribu per tahun. Bantuan itu pun berlanjut di tahun 2019 sebesar Rp 750 ribu.
“Saat itu yang mencairkan kepala SMP Negeri 2 Tanjung Raja. Jadi kami tidak pernah ngeprint saldo uang KIP di buku tabungan yang ada,” katanya.
Barulah di tahun ini (2020), kata Hanifah, anaknya tidak pernah menerima bantuan KIP lagi. Ada apa ini?
Terkait masalah itu, Hanifah segera menanyakannya ke pihak SMP Negeri 2 Tanjung Raja. Namun ketika ditanyakan ke pihak sekolah, seorang bernama Adi mengatakan, Ibu Hanifah disuruh menunggu. “Saya kita belum cair saja. Setahu saya dana KIP ini akan diperoleh siswa yang mempunyai kartu KIP secara bergilir,” kata Hanifah menirukan ucapan Adi.
Mendengar itu, Hanifah penasaran. Sebab ketika di sekolah dasar anggaran kartu KIP-nya selalu cair. Kok setelah belajar di SMP anaknya tidak pernah mendapat uang KIP lagi?
Di Bank BRI, katanya, ia memperoleh penjelasan dari pihak bank, Nani Mirza, bahwa saldo sebesar Rp 1.350.000 itu merupakan himpunan saldo lama sebesar Rp 225 ribu ketika anaknya masih di SD dan awal ketika masuk ke SMP sebesar Rp 350 ribu. “Jumlah uang itu Rp 750 ribu. Tapi kami tidak pernah menarik uang tersebut,” katanya.
Namun dari pihak bank, Hanifah memperoleh informasi bahwa uang KIP tersebut sudah ditarik kepala SMP Negeri 2 Tanjung Raja.
Namun uang KIP sebesar Rp 750 ribu itu baru diterimanya tahun 2020 ini, bukan di 2019 lalu, setelah Hanifah mericeknya sendiri ke BRI.
Sementara itu, ketika persoalan itu dikondirmasi ke Kepala Desa Talang Balai Baru I, Heri Nuryanto, mengatakan di desanya memang ada tiga siswa yang medatamginya ke rumah. Mereka minta tolong untuk menanyakan dana KIP tersebut ke kepala SMP Negeri 2 Tanjung Raja.
“Posisi SMP Negeri 2 Tanjung Raja ini ada di wilayah desa saya, maka saya wajib meluruskan masalah itu. Namun sedihnya, hingga sekarang pihak sekolah belum memberikan pernyataannya. Bahkan pihak sekolah.meminta saya untuk menanyakan langsung ke BRI. Namun pihak bank tidak memberikan solusi. Infonya, saldo itu sudah terlalu lama, jadi mereka tidak bersedia memberikan printnya,” jelas Heri Nuryanto.
Heri mengakui ada pihak sekolah bernama Adi untuk memanggil ketiga siswa. Adi mengajak berdamai dan berusaha mengembalikan uang KIP milik ketiga anak tersebut.
Heri juga menjelaskan apakah pihak sekolah (Adi) siap mengembalikan jika ada ketiga orangtua siswa yang melaporkannya ke kades?
“Sebab yang mendapat dana KIP itu bukan pihak sekolah. Mendengar pertanyaan saya, pihak sekolah mengurungkan niatnya. Saya pikir, ini pasti ada kesalahan proses pencairan dana itu,” tukas Heri menutup perbincangan. (*)
Laporan Rosita Dewi
Editor Anto Narasoma




![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-225x129.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-225x129.jpg)



![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-129x85.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-129x85.jpg)






