Dana KIP Tiga Siswa SMPN 2 Tanjung Raja tak Jelas

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2020 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kartu Indonesia Pintar (KIP.net))

Kartu Indonesia Pintar (KIP.net))

TIGA siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tanjung Raja Kabupaten Ogam Ilir, sepanjang tahun 2020, tak pernah menerima bantuan biaya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari  Program Indonesia Pintar.

WIDEAZONE.COM, TANJUNG RAJA — Keluarga Ibu Hanifah (nama disamarkan) merasa heran. Sebab anaknya tak pernah menerima lagi uang bantuan Presiden, dana KIP selama anaknya sekolah di SMP Negeri 2 Tanjung Raja.

Padahal sejak masih di sekolah dasar, anak Ibu Hanifah itu selalu mendapatkan bantuan dana KIP sebesar Rp 350 ribu setiap tahun.

“Namun saya heran. Kok dalam dua tahun terakhir bantuan KIP itu belum cair juga. Padahal kami sangat mengharapkan bantuan itu,” ujar Ibu Hanifah ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Senin (31/8/2020).

Menurut Hanifah, sejak di sekolah dasar, anaknya kerap menerima bantuan KIP senilai Rp 350 ribu per tahun. Bantuan itu pun berlanjut di tahun 2019 sebesar Rp 750 ribu.

“Saat itu yang mencairkan kepala SMP Negeri 2 Tanjung Raja. Jadi kami tidak pernah ngeprint saldo uang KIP di buku tabungan  yang ada,” katanya.

Barulah  di tahun ini (2020), kata Hanifah,  anaknya tidak pernah menerima bantuan KIP lagi. Ada apa ini?

Terkait masalah itu, Hanifah segera menanyakannya ke pihak SMP Negeri 2 Tanjung Raja. Namun ketika ditanyakan ke pihak sekolah, seorang bernama Adi mengatakan, Ibu Hanifah disuruh menunggu. “Saya kita belum cair saja. Setahu saya dana KIP ini akan diperoleh siswa yang mempunyai kartu KIP secara bergilir,” kata Hanifah menirukan ucapan Adi.

Baca Juga:  PUPR Palembang Geber Perbaikan 170 Ruas Jalan, "Jamu" 2026 Prioritas

Mendengar itu, Hanifah penasaran. Sebab ketika di sekolah dasar anggaran kartu KIP-nya selalu cair. Kok setelah belajar di SMP anaknya tidak pernah mendapat uang KIP lagi?

“Makanya saya langsung mericek ke Bank BRI Tanjung Raja. Wah, saya sangat terkejut melihat kenyataan yang tertera di buku rekening anak saya. Karena di rekening itu tertera uang sejumlah Rp 750 ribu. Bahkan dari hasil print buku tabungan anak saya pada tanggal 21 Maret 2020 itu, tercatat ada uang sejumlah Rp 1.350.000. Bahkan di hari itu pula ada bukti penarikan uang tersebut (Rp 1.350.000). Entah, saya tidak tahu, siapa yang menarik uang anak saya tersebut,” kata Hanifah.

Di Bank BRI, katanya, ia memperoleh penjelasan dari pihak bank, Nani Mirza, bahwa saldo sebesar Rp 1.350.000 itu merupakan himpunan saldo lama sebesar Rp 225 ribu ketika  anaknya masih di SD dan awal ketika masuk ke SMP sebesar Rp 350 ribu. “Jumlah uang itu Rp 750 ribu. Tapi kami  tidak pernah menarik uang tersebut,” katanya.

Namun dari pihak bank, Hanifah memperoleh informasi bahwa uang KIP tersebut sudah ditarik kepala SMP Negeri 2 Tanjung Raja.

Baca Juga:  Oknum Perwira Narkoba Polda Sumsel Dilaporkan ke Propam

Namun uang KIP sebesar Rp 750 ribu itu baru diterimanya tahun 2020 ini, bukan di 2019 lalu, setelah Hanifah mericeknya sendiri ke BRI.

Sementara itu, ketika persoalan itu dikondirmasi ke Kepala Desa Talang Balai Baru I,  Heri Nuryanto, mengatakan di desanya memang ada tiga siswa yang medatamginya ke rumah. Mereka minta tolong untuk menanyakan dana KIP tersebut ke kepala SMP Negeri 2 Tanjung Raja.

“Posisi SMP Negeri 2 Tanjung Raja ini ada di wilayah desa saya, maka saya wajib meluruskan masalah itu. Namun sedihnya, hingga sekarang pihak sekolah belum memberikan pernyataannya. Bahkan pihak sekolah.meminta saya untuk menanyakan langsung ke BRI. Namun pihak bank tidak memberikan solusi. Infonya, saldo itu sudah  terlalu lama, jadi mereka tidak bersedia memberikan printnya,” jelas Heri Nuryanto.

Heri mengakui ada pihak sekolah bernama Adi untuk memanggil ketiga siswa. Adi mengajak berdamai dan berusaha mengembalikan uang KIP milik ketiga anak tersebut.

Heri juga menjelaskan apakah pihak sekolah (Adi) siap mengembalikan jika ada ketiga orangtua siswa yang melaporkannya ke kades?

“Sebab yang mendapat dana KIP itu bukan pihak sekolah. Mendengar pertanyaan saya, pihak sekolah mengurungkan niatnya. Saya pikir, ini pasti ada kesalahan proses pencairan dana itu,” tukas Heri menutup perbincangan. (*)

Laporan Rosita Dewi

Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah
Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan Mendirikan Perusahaan Pers Adalah HAM
Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship
Skandal Razia Liar Dishub Palembang: 19 Oknum Petugas Terancam Sanksi Berat
Hari Pendidikan Nasional: Negara Jangan Lari dari Kewajiban
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Masa Bakti Diperpanjang
Sidang Praperadilan Narkotika di Palembang Disorot: Kuasa Hukum Ungkap Surat Penahanan Cacat Formil
Kejati Sumsel Kembali Ganyang Aset PT KMM, Mesin Bathcing Plant Disita

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:59 WIB

Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:43 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan Mendirikan Perusahaan Pers Adalah HAM

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:24 WIB

Tragedi dr Myta Aprilia Azmy, IKA-FK Unsri Desak Kemenkes Audit Wahana Internship

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:08 WIB

Skandal Razia Liar Dishub Palembang: 19 Oknum Petugas Terancam Sanksi Berat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:31 WIB

Hari Pendidikan Nasional: Negara Jangan Lari dari Kewajiban

Berita Terbaru