Bupati OKUT Lanosin Targetkan 1 Juta Ton Gabah Kering Panen

- Jurnalis

Jumat, 24 Mei 2024 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ogan Komering Ulu Timur [OKUT] Ir H Lanosin MT memberikan pembinaan kepada ratusan penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam rangka pencapaian target 1 juta ton gabah kering panen, di rumah Puri Sebiduk Sehaluan, Kamis 23 Mei 2024.

Bupati Ogan Komering Ulu Timur [OKUT] Ir H Lanosin MT memberikan pembinaan kepada ratusan penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam rangka pencapaian target 1 juta ton gabah kering panen, di rumah Puri Sebiduk Sehaluan, Kamis 23 Mei 2024.

WIDEAZONE.com, OKUT | Bupati Ogan Komering Ulu Timur [OKUT] Ir H Lanosin MT memberikan pembinaan kepada ratusan penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam rangka pencapaian target 1 juta ton gabah kering panen, di rumah Puri Sebiduk Sehaluan, Kamis 23 Mei 2024.

“Untuk produktivitas padi OKUT masuk 10 besar jajaran nasional yaitu peringkat 6, 71.859 ton/hektare, di Sumatera Selatan pada tahun 2023 sebesar 716.876 ton,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan produktivitas padi menurut Bupati dengan memperluas areal, perluasan ini perlu dilakukan segera dengan mengunakan keuangan yang ada dan juga sinkronisasi dengan program-program yang ada di nasional maupun provinsi.

Salah satu perogram pusat ada tata pengelolaan air sawah dimana saat musim hujan sawah tidak kebanjiran, saat kekeringan ketersedian air ada, program ini sudah kita lakukan di daerah pesisir Sungai Komering yang rawan banjir.

Pupuk Harus Tepat Sasaran

Terkait persoalan pupuk, ujar Bupati, sangat berpengaruh dengan produksi panen, pupuk kita sangat terbatas bahkan turun darastis, maka sangat dibutuhkan peran penyuluh dan kelompok tani agar pupuk tepat sasaran, cukup dan lebih mendahulukan yang menjadi prioritas.

Pemerintah berkewajiban mendistribusikan pupuk ke masyarakat secara proposional karena pupuk adalah hak rakyat.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Bupati berpesan agar semua petani wajib masuk kelompok tani agar bantuan dan distribusi pupuk dapat tersalurkan.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Junadi, SP MM mengatakan bahwa produksi padi terus meningkat, target satu juta ton akan terwujud di tahun 2024 ini sesuai dengan cita-cita yang diinginkan Bupati.

“Terima kasih Pak Bupati, keinginan petani sedikit demi sedikit akan terwujud, gabah kering giling, perluasan lahan panen,” sebutjya.

Luas panen padi pada 2022 mencapai sekitar 513,38 ribu hektare, mengalami kenaikan sebanyak 17,14 ribu hektare atau 3,45 persen dibandingkan luas panen padi di 2021 yang sebesar 496,24 ribu hektare.

Produksi padi pada 2022 yaitu sebesar 2.775,07 ribu ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 222,63 ribu ton atau 8,72 persen dibandingkan produksi padi di 2021 yang sebesar 2.552,44 ribu ton GKG.

Produksi beras pada 2022 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 1.593,60 ribu ton, mengalami kenaikan sebanyak 127,84 ribu ton atau 8,72 persen dibandingkan produksi beras di 2021 yang sebesar 1.465,75 ribu ton.

“Dengan capaian tersebut diyakini bukan tidak mungkin target satu juta ton GKP dapat tercapai tahun ini. Apalagi Kabupaten OKU Timur merupakan salah satu daerah lumbung pangan terbesar di wilayah Sumatra Selatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan

Dia mengemukakan, saat ini pihaknya sedang menggalakkan program gerakan OKU Timur Merdeka Pangan yang digagas oleh Perhiptani setempat dalam upaya meningkatkan sektor pertanian di daerah itu.

“Sektor pertanian di OKU Timur sangat banyak sekali, mulai dari padi, jagung dan tanaman lainnya,” jelasnya.

Dalam program ini, pihaknya melakukan pendampingan kepada petani dalam bercocok tanam agar hasil panen yang dihasilkan sesuai dengan harapan.

Pemkab OKU Timur terus mendorong perluasan lahan pertanian di wilayah itu, termasuk mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai media bercocok tanam.

Bahkan, melalui penyuluh pertanian pihaknya menggerakkan para guru dan siswa agar dapat bercocok tanam memanfaatkan pekarangan, baik sayuran maupun tanam tumbuh yang bermanfaat untuk menopang kebutuhan pangan, termasuk peternakan dan perikanan.

“Kami juga telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi gagal panen akibat kemarau seperti menyiapkan mesin pompa air, sumur bor guna memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian yang mengalami kekeringan,” tukas dia. [Rizal Arisandi]

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Fenus Antonius Jemput Aspirasi Warga, Langsung Kunjungi Petani Pengidap Tumor di OKU Timur
Fenus Serap Aspirasi Warga Pemetung Basuki, Perbaikan Gorong Gorong Jadi Usulan Prioritas ‎
Kapolres OKU Timur Tak Berikan Toleransi bagi Pelaku Karhutla
Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan
Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur
Kapolres OKU Timur Pimpin Ziarah TMP, Kobarkan Semangat Pengabdian Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres OKU Timur Salurkan Bansos untuk Insan Pers

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:09 WIB

Fenus Antonius Jemput Aspirasi Warga, Langsung Kunjungi Petani Pengidap Tumor di OKU Timur

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:44 WIB

Fenus Serap Aspirasi Warga Pemetung Basuki, Perbaikan Gorong Gorong Jadi Usulan Prioritas ‎

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:20 WIB

Kapolres OKU Timur Tak Berikan Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:34 WIB

Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan

Berita Terbaru