PANASNYA suhu politik menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, 17 April 2019, mencerminkan harapan agar hasil pemilihan umum akan terpilih figur terbaik bagi bangsa ini.
Kubu Capres-Cawapres, Joko Widodo-Amin Makruf berjuang keras agar kedua figur mampu menjadi pemenang dalam pilpres tahun ini.
Begitu pula kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Para pengusung Prabowo-Uno berjuang keras agar figur yang diusung mampu menjadi sosok terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
Terlepas dari siapa yang tampil sebagai presiden dan wakilnya di tahun pilitik ini adalah figur anak bangsa terbaik.
Bangsa Indonesia berharap figur terpilih dapat membuang jauh semua kepentingan pribadi, kelompok atau kepentingan pihak tertentu. Sebab setelah nanti mereka terpilih, presiden dan wakil presiden yang maju ke pelataran politik dan pemerintahan di Indonesia adalah milik kita semua.
Ada tugas berat yang harus dilakukan kedua pasang calon. Pertama, ketika mereka tampil sebagai capres-cawapres 2019, kedua pasang calon tidak merasa lebih hebat dari siapa pun ketika dicalonkan.
Dengan memiliki kerendahan hati, mereka diharapkan tidak menjelek-jelekan calon lain yang juga memiliki kelebihan dan banyak kekurangan sebagai manusia biasa.
Sebab, mencari-cari keburukan dan kelemahan orang lain adalah sikap dan tindakan tidak terpuji. Tindakan rendah sebagai manusia yang melupakan peradaban sejati. Karena pada hakikatnya, setiap manusia yang diciptakan Allah SWT ke dunia ini untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan keluarganya.
Jika itu hakikatnya, berarti calon yang diajukan sebagai capres-cawapres 2019 adalah figur terbaik untuk memimpin bangsa.
Lalu, apakah dengan menjelek-jelekkan dan mrnjatuhkan kredibilitas calon lain agar dirinya maju dan terpilih sebagai figur pemimpin adalah bentuk kearifan yang baik?
Selain oleh capres-cawapres 2019 sendiri, pertanyaan itu tak perlu dijawab orang lain. Karena sesuai hakikat, figur terpilih merupakan sosok terbaik yang memiliki adab dan peradaban mulia.
Sikap memburukkan dan menjelek-jelekkan figur lain adalah bentuk kerendahan moral yang tidak dianut oleh bangsa ini. Sebagai bangsa Indinesia yang berbudaya dan memilik akhlak mulia, calon lain adalah saudara kita juga.
Mereka pun memiliki visi misi yang baik untuk membangun peradaban bangsa ini. Jadi, apabila saling berhadapan dan mengutarakan visi misi apabila dalam debat akhir, akan muncul celaan atau menganggap diri ini paling baik dibanding orang lain.
Kedua, ketika sudah terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, figur hendaknya melaksanakan visi misi sesuai corak kampanyenya. Karena pada hakikatnya, isi kampanye yang dilontarkan saat kampanye, bertutur tentang kepentingan rakyat dan negara.
Karena itu wajar andaikan figur tersebut tidak konsekuen dengan visi misi kampanyenya sebelum menjadi presiden dam wakil presiden.
Jika figur terpilih lupa dengan poin-poin visi misi yang harusnya dilaksanakan ketika sudah duduk di kursi puncak pimpinan, rakyat akan melemparkan sejumlah protes.
Sebab, hakikatnya, seorang presiden dan wakil presiden terpilih, bukan lagi milik pendukungnya, partai pengusung atau penasihat pribadi, tapi presiden terpilih adalah milik rakyat Indonesia.
Ingat, tugas presiden dan wakil presiden ialah harus mampu membangun negeri dengam memajukan prinsip ekonomi kerakyatan dengan stabilitas harga kebutuhan hidup. Ini yang paling berat dilakukan presiden dan wakil presiden yang berafa dalam lingkaran pendukung yang memiliki kehendak pribadi untuk memajukan ekonomi rumah rumah tangganya.
Presiden dan wakil presiden harus lebih ingat dengan kepentingan rakyatnya yang telah memberikan suara mereka agar sang figur berhasil meraih kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024. Ini yang patut menjadi ingatan capres dan cawapres 2019. (*)







![Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, dalam Rapat Dengar Pendapat [RDP] bersama Dinas Perhubungan, Inspektorat, DPMPTSP, Bagian Hukum, dan manajemen Green SM, Selasa 15 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Anggota-Komisi-III-DPRD-Kota-Palembang-Andreas-Okdi-Priantoro-dalam-Rapat-Dengar-Pendapat-Selasa-15-September-2026-225x129.jpg)
![Rapat Dengar Pendapat [RDP] Komisi IV DPRD Palembang dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang soal evaluasi PJJ [pembelajaran jarak jauh] pada Senin 14 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260914-WA0015_copy_1600x1015-225x129.jpg)




![Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, dalam Rapat Dengar Pendapat [RDP] bersama Dinas Perhubungan, Inspektorat, DPMPTSP, Bagian Hukum, dan manajemen Green SM, Selasa 15 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Anggota-Komisi-III-DPRD-Kota-Palembang-Andreas-Okdi-Priantoro-dalam-Rapat-Dengar-Pendapat-Selasa-15-September-2026-129x85.jpg)


![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)

![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)
