WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Produksi energi fosil yang terbatas membuat ketahanan energi Indonesia cenderung rentan menyesuaikan dengan kondisi perekonomian global. Melambungnya harga minyak dunia memaksa pemerintah memperketat tata niaga energi.
Untuk memantau kondisi ketahanan energi khususnya di sektor hilir migas tersebut, pemerintah mengamanatkan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menjamin penyediaan dan pendistribusian BBM di seluruh pelosok Indonesia dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.
“BPH Migas sebagai instansi yang melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM dan pengangkutan gas bumi dituntut dapat menjamin ketersedian dan kelancaran pendistribusian BBM dan gas bumi yang merupakan komoditas vital dan menguasai hajat hidup orang banyak hingga pelosok negeri tanpa terkecuali,” jelas Komite BPH Migas Yapit Sapta Putra dalam sambutannya di Acara Sekolah Kader Pejuang Energi (SKPE) DPP GMNI 2023 dengan tema “Peranan Kader Bangsa Mencapai Visi Kedaulatan Energi Indonesia” di Bojonegoro, Sabtu (18/3).
Lebih lanjut Yapit menerangkan, dalam penyediaan dan pendistribusian BBM perlu dipastikan keberlanjutan dan pengembangan BBM satu Harga yang bertujuan untuk mewujudkan ketersediaan, kemudahan akses, dan keterjangkauan harga BBM terutama didaerah 3T (Terdepan, terluar dan tertinggal).
Halaman : 1 2 Selanjutnya



















